Operasi Yustisi Gabungan di Cirebon: Menjaga Disiplin dan Marwah Institusi
Operasi yustisi gabungan yang dilakukan oleh aparat keamanan di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon berlangsung pada dini hari Minggu (15/2/2026). Tujuan utamanya adalah untuk mencegah anggota TNI maupun Polri dari mengunjungi tempat hiburan malam seperti diskotik dan karaoke. Operasi ini dilaksanakan oleh Detasemen Polisi Militer III/3 Cirebon bersama dengan berbagai unsur lain, termasuk Propam Polri dan Satpol PP.
Pelibatan Berbagai Unsur dalam Operasi
Dalam operasi tersebut, sebanyak 36 personel gabungan diterjunkan. Mereka terdiri dari unsur Polisi Militer TNI AD, AL, dan AU, serta Propam Polri dan Satpol PP. Pemimpin operasi adalah Kapten CPM Canrudi. Sebelum memulai pemeriksaan, petugas berkumpul di area parkir sebelum masuk ke dalam gedung hiburan.
Petugas menggunakan rompi hijau neon bertuliskan “PM” dan helm putih sebagai identifikasi. Mereka menyisir setiap ruangan di tempat hiburan sambil memastikan tidak ada pelanggaran aturan yang terjadi. Di dalam ruangan dengan lampu temaram dan suara musik yang masih terdengar, petugas melakukan pemeriksaan identitas pengunjung.
Proses Pemeriksaan yang Dilakukan
Pemeriksaan dilakukan secara persuasif, dengan pengawasan dari Propam Polri. Pengunjung diminta menunjukkan KTP dan SIM. Jika tidak membawa identitas, mereka diberi teguran dan diminta menunjukkan kartu identitas melalui keluarga. Selain itu, petugas juga menyisir lorong-lorong karaoke bernomor 301, 303 hingga 304. Pintu-pintu kamar dibuka untuk memastikan tidak ada prajurit TNI maupun anggota Polri yang berada di lokasi.
Tujuan dan Komitmen Aparat
Menurut Komandan Unit (Danunit) 2 Gakkumwal Denpom III/3 Cirebon, Letnan Dua (Letda) CPM Bernard R Simamora, operasi ini merupakan langkah pencegahan untuk meminimalisir pelanggaran. Ia menjelaskan bahwa kegiatan razia tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sesuai perintah pimpinan dari Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
“Kami ingin menekan tingkat pelanggaran dan memastikan tidak ada anggota yang melanggar aturan. Ini juga untuk menjaga kondusivitas wilayah Cirebon tetap aman dan terkendali,” jelas dia.
Hasil Operasi dan Kesimpulan
Hingga operasi berakhir, petugas tidak menemukan adanya anggota TNI maupun Polri di sejumlah THM yang didatangi di wilayah Kota maupun Kabupaten Cirebon. Meski malam diguyur hujan dan jalanan licin, razia berlangsung tertib dan komunikatif. Satu per satu lokasi diperiksa, satu per satu pengunjung diverifikasi.
Saat kendaraan dinas kembali bergerak meninggalkan lokasi, lampu strobo perlahan meredup di antara genangan air jalanan. Namun pesan yang dibawa operasi dini hari itu jelas, yakni disiplin dan marwah institusi tak boleh luntur, bahkan di tengah gemerlap lampu hiburan malam.







