Satu Tahun Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Menggelora, Yakin Tercapai

by -21 views
Satu Tahun Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Menggelora, Yakin Tercapai

Kepemimpinan Bupati Kuningan yang Menarik Perhatian Masyarakat

Kepemimpinan Bupati Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani selama beberapa tahun terakhir telah mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satu tokoh yang menyampaikan dukungan adalah H.Yusron Kholid, mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kuningan. Ia menilai bahwa Kuningan memiliki potensi untuk berkembang pesat dalam berbagai aspek.

“Sebagai bagian dari masyarakat yang turut serta mencermati arah kebijakan kepala daerah, saya sangat optimis bahwa peneguhan bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya telah terpotret dengan segala dinamikanya,” ujar H Yusron pada Jumat 13 Februari 2026.

Komunikasi dan Koordinasi yang Intensif

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah komunikasi dan koordinasi bupati dengan elemen-elemen keumatan di daerah. Menurut H Yusron, harmoni ini menjadi modal dasar dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan bahwa keberadaan ulama dan pemuka agama di belakang bupati memberikan semangat tambahan dalam membela hak rakyat untuk pembangunan Indonesia.

Dalam konteks keberagamaan, bupati tidak memprioritaskan mayoritas dan memarginalkan minoritas. Semua masyarakat diberikan perhatian yang sama sebagai bentuk pengabdian kepada seluruh rakyat yang ada di daerah.

Baca Juga:  Jelajahi 5 Kuliner Kaki Lima Legendaris Jogja, Rasa Tak Pernah Berubah

Komitmen dalam Kerangka Nyaah Ka Guru Ngaji, Nyaah Ka Santri dan Pondok Pesantren Mandiri

Bupati juga menunjukkan komitmennya dalam kerangka Nyaah Ka Guru Ngaji, Nyaah Ka Santri dan Pondok Pesantren mandiri. Beberapa program telah direalisasikan dan akan terus disaksikan. Meskipun belum sepenuhnya optimal, proses pencermatan bersama pemangku kepentingan terus dilakukan seiring meningkatnya trend pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, bahkan terbaik di Pulau Jawa.

Stabilitas dan Kondusifitas Daerah

Stabilitas dan kondusifitas daerah saat ini menjadi penguat bagi terbukanya ruang penguatan publik. Masyarakat tidak hanya menunggu arah kebijakan kepala daerah, tetapi juga berpacu sinergis segenap potensial warga. Pertemuan rutin dalam kerangka medengar saran dan masukan para tokoh lintas pelaku, khususnya dengan pemuka agama, tokoh pemuda, dan pemuka masyarakat lainnya terus teragenda baik langsung maupun tak langsung.

Responsif dan Terbuka terhadap Kritik

Bupati dan Wakil Bupati nampaknya sangat responsif dalam berbagai hal. Bahkan seringkali mendahului dinas teknis yang seyogyanya memiliki deteksi dini terhadap kemungkinan munculnya keluhan warga. Bupati dan Wakil Bupati menunjukkan kesungguhan mereka dalam berkhidmat demi terbangunnya masholihul ammah—kemaslhatan umum di daerah.

Baca Juga:  Nyam! Manis Enak Sneaker Air Max 1 Nike

Salah satu indikator kesungguhan bupati dan wakil bupati untuk nyebrit ngariksa lemah cai adalah melakukan ikhtiar pendekatan dengan user kebijakan pusat. Hal ini sering disampaikan dengan istilah ngemis atau ngamen karena pusat itu sebagai ibu dan bapak dalam bingkai keluarga besar NKRI.

Masa Depan Kuningan yang Lebih Baik

Dalam prosesi tahapan Rapih Winangun Kertaraharja sebagaimana ruh filosofi pemerintahan Kabupaten Kuningan, akan banyak mengalami tantangan bahkan mungkin ujian baik secara politis maupun sosiologis. Namun bupati Kuningan sangat terbuka dengan kritik maupun saran dari para pihak, ia tak alergi kritik. Bagi bupati, kritik yang muncul di ruang publik merupakan bagian pengayaan ide dan gagasan sekaligus masukan berharga untuk membuka jalan solusi guna menguatkan spirit membangun Kuningan.

“Beliau tidak pernah jumawa bahwa hasil yang menunjukkan trend positif adalah murni prestasi dirinya, tetapi Bupati Kuningan sering menyampaikan bahwa semua capaian yang baik merupakan kontribusi nyata semua elemen daerah yang telah menunjukkan rasa memiliki serta kecintaannya bagi Kuningan,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Bogor Membatasi Operasional Pusat Keramaian sampai Pukul 19.00 WIB

Ia menambahkan bahwa prosesi penguatan pembangunan serta kebaruan gagasan yang linier dengan kebutuhan nyata dan sungguh-sungguh, akan tercapai menuju Kuningan Maju, Empowerment, Lestari, Agamis dan Tangguh dalam bingkai dirahmati Alloh SWT.