Teknik Unik Panen Kurma Merah Cina, Petani Pukul Pohon untuk Rontokkan Buah Jujube

by -3 views
Teknik Unik Panen Kurma Merah Cina, Petani Pukul Pohon untuk Rontokkan Buah Jujube

Teknik Panen Tradisional Kurma Merah China yang Unik

Video yang diunggah oleh akun Facebook Jelabum menunjukkan sekelompok orang sedang memukul-mukul batang pohon menggunakan tongkat kayu. Aksi ini awalnya terlihat seperti perusakan atau luapan amarah, namun ternyata merupakan bagian dari teknik panen tradisional kurma merah China atau jujube.

Teknik ini telah digunakan selama bertahun-tahun di wilayah penghasil buah tersebut. Dengan memukul batang atau cabang menggunakan kayu ringan, buah yang matang akan terlepas dan jatuh ke tanah tanpa perlu dipetik satu per satu. Metode ini sangat efisien terutama saat musim panen raya tiba.

Metode Efisien Saat Musim Panen Raya

Di daerah seperti Xinjiang, teknik ini sering ditemukan, terutama ketika musim panen raya tiba. Pada masa ini, tingkat kematangan buah sudah optimal dan tangkainya lebih mudah terlepas. Alih-alih memanjat atau memetik manual yang memakan waktu, petani memilih metode pukul batang untuk mempercepat proses.

Cara ini dinilai lebih efisien, terutama untuk kebun berskala besar dengan ribuan pohon. Dalam unggahan video Jelabum disebutkan bahwa metode tersebut mampu memangkas waktu panen secara signifikan. Buah yang telah matang akan berjatuhan dan berhamburan di permukaan tanah, sehingga memudahkan tahap pengumpulan.

Baca Juga:  Lepas Sambut Camat Ciampea "Datang Kedah Katinggali Tarang Undur Katinggali Tonggong"

Proses Pembersihan dengan Aliran Udara

Setelah semua buah rontok, petani mengumpulkan buah-buahan tersebut untuk dipindahkan ke tempat penyortiran. Tahap berikutnya adalah memisahkan buah dari kotoran seperti debu, daun kering, dan ranting kecil. Untuk itu digunakan mesin pembersih khusus berbasis aliran udara.

Mesin ini dilengkapi kipas atau blower. Ketika buah dimasukkan, kotoran yang lebih ringan akan tertiup keluar, sementara buah jujube yang lebih berat jatuh ke wadah penampungan. Proses ini membantu membersihkan buah secara efektif sebelum tahap selanjutnya.

Disortir dan Dicuci Sebelum Dipasarkan

Setelah melalui proses pembersihan awal, jujube dibawa ke pabrik untuk dicuci menggunakan air mengalir. Beberapa fasilitas menggunakan sistem pencucian berputar guna memastikan sisa debu benar-benar hilang. Tahap akhir adalah penyortiran berdasarkan ukuran dan kualitas sebelum buah dipasarkan dalam kondisi segar maupun kering.

Teknik tradisional ini memperlihatkan bagaimana praktik pertanian lokal tetap bertahan dan beradaptasi dengan dukungan teknologi sederhana, tanpa meninggalkan efisiensi produksi.

Keuntungan dan Keunikan Teknik Panen Tradisional

  • Efisiensi Tinggi: Teknik ini memungkinkan petani untuk mengumpulkan buah dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
  • Kurang Membutuhkan Tenaga Kerja: Dengan memukul batang pohon, petani tidak perlu memanjat atau memetik satu per satu.
  • Ramah Lingkungan: Penggunaan alat sederhana seperti kayu dan mesin berbasis aliran udara menjaga lingkungan tetap bersih.
  • Mempertahankan Kualitas Buah: Proses pembersihan dan penyortiran memastikan hanya buah berkualitas yang dipasarkan.
Baca Juga:  Wisata Ekstrem Garut untuk Liburan Seru