Waktu Olahraga Terbaik Saat Puasa: Panduan Ilmiah untuk Tetap Bugar dan Aman

by -4 views
Waktu Olahraga Terbaik Saat Puasa: Panduan Ilmiah untuk Tetap Bugar dan Aman

Waktu Terbaik Berolahraga Saat Berpuasa

Berolahraga saat berpuasa bisa menjadi cara yang efektif untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Namun, pemilihan waktu latihan sangat penting agar aktivitas tersebut tetap aman dan efektif. Tidak semua waktu cocok untuk berolahraga selama puasa, karena ada risiko dehidrasi atau kelelahan jika dilakukan pada waktu yang tidak tepat.

Artikel ini akan membahas tujuh waktu terbaik untuk berolahraga selama puasa, dengan fokus pada manfaat dan cara melakukan latihan yang aman. Berikut penjelasannya:

  • Setelah berbuka puasa

    Waktu pertama yang direkomendasikan adalah setelah berbuka puasa. Pada saat ini, tubuh sudah menerima cairan dan nutrisi dari makanan, sehingga risiko dehidrasi lebih rendah. Penelitian menunjukkan bahwa latihan ringan hingga sedang setelah makan dapat membantu mengatur gula darah dan memaksimalkan pemulihan energi. Namun, pastikan untuk menunggu 30-60 menit setelah berbuka agar pencernaan cukup matang sebelum memulai aktivitas fisik. Latihan yang disarankan meliputi jalan cepat, jogging ringan, atau angkat beban ringan selama 15-30 menit.

  • Menjelang tarawih

    Waktu kedua yang baik adalah setelah makan berbuka dan menjelang tarawih. Energi dari makanan masih tersedia, dan tubuh belum lelah. Beberapa studi menunjukkan bahwa sesi latihan ringan hingga sedang di sore atau malam hari memberikan hasil kebugaran serupa tanpa meningkatkan risiko hipoglikemia. Namun, pastikan intensitas latihan tidak terlalu tinggi karena aktivitas fisik di malam hari bisa memengaruhi tidur. Jenis latihan yang dianjurkan adalah peregangan, yoga ringan, atau jalan cepat santai.

  • Setelah tarawih (menjelang tidur)

    Sesi latihan ringan setelah tarawih juga bisa dipilih karena tubuh telah menerima asupan makanan dan cairan. Namun, pilih latihan yang sangat ringan seperti jalan santai di rumah atau peregangan agar tidak mengganggu tidur. Olahraga ringan di waktu ini bisa membantu relaksasi otot setelah hari panjang berpuasa. Hindari latihan intens yang membuat jantung berdetak cepat atau memicu keringat deras menjelang jam tidur.

  • Sekitar 1-2 jam setelah sahur

    Jika Anda bangun lebih awal untuk sahur dan memiliki waktu luang, latihan ringan sekitar 1-2 jam setelah sahur bisa memberikan manfaat metabolik. Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga setelah makan membantu meningkatkan respons insulin dan penggunaan energi tubuh. Selama Ramadhan, waktu ini bisa dipilih oleh mereka yang ingin memanfaatkan energi dari makanan sahur sebelum kembali beraktivitas sepanjang hari. Pastikan intensitas latihan tidak melebihi tingkat sedang agar tidak menguras tenaga sebelum kegiatan harian dimulai.

  • Sore menjelang berbuka (durasi singkat)

    Beberapa studi menyebutkan bahwa latihan singkat menjelang berbuka puasa dapat meningkatkan metabolisme tanpa menyebabkan dehidrasi berlebihan jika dilakukan dengan hati-hati. Durasi ideal sekitar 10-20 menit dengan intensitas rendah hingga sedang. Latihan ini bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin tetap aktif tanpa mengganggu proses puasa.

  • Siang hari (aktivitas sangat ringan)

    Aktivitas ringan seperti berjalan santai di dalam rumah tetap bermanfaat untuk menjaga sirkulasi darah. Namun, olahraga berat pada siang hari berisiko meningkatkan kelelahan dan dehidrasi. Oleh karena itu, hindari aktivitas yang terlalu melelahkan pada waktu ini.

  • Latihan pagi hari setelah bangun sahur

    Waktu terakhir yang bisa dipilih adalah pagi setelah sahur untuk latihan ringan seperti peregangan, yoga, atau jalan santai. Penelitian aktivitas pagi menunjukkan bahwa latihan ringan di pagi hari bisa membantu sirkulasi dan mood tanpa membebani tubuh saat puasa.

Baca Juga:  DPR-Kemendikbud sepakat pelaksanaan UN ditiadakan