Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Meninggal, DPRD Soroti Kelalaian

by -4 views
by
Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Meninggal, DPRD Soroti Kelalaian

Kematian Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Memicu Kekhawatiran

Kematian dua anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung, Huru dan Hara, pada 24 dan 26 Maret 2026, telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi pengelolaan satwa di tempat tersebut. Kedua hewan yang dikenal sebagai spesies langka dan dilindungi ini meninggal dunia akibat serangan virus Panleukopenia. Peristiwa ini menjadi sorotan utama bagi masyarakat dan pihak berwenang.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, menyampaikan rasa prihatin atas insiden ini. Ia menilai bahwa kematian dua satwa langka tersebut tidak bisa dianggap biasa. Menurutnya, ada kemungkinan adanya kelalaian dari pihak pengelola dalam merawat hewan-hewan yang ada di Kebun Binatang Bandung. Meski virus menjadi penyebab langsung kematian, Edwin menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terkait sistem perawatan dan pengelolaan satwa di tempat tersebut.

“Kematian binatang yang terancam punah dan dilindungi seperti harimau itu tidak bisa dianggap biasa. Ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi pelajaran penting,” ujar Edwin melalui keterangan resminya, Jumat (27/3/2026). Ia juga menyoroti bahwa konflik pengelolaan Kebun Binatang Bandung sudah berlangsung lama, sehingga perlu segera diatasi agar tidak terulang kembali.

Baca Juga:  Menikmati Kuliner Malam Pecenongan

Edwin menilai bahwa Pemerintah Kota Bandung, Kementerian Kehutanan, serta pengelola Kebun Binatang Bandung harus segera melakukan koordinasi untuk mengantisipasi hal serupa terjadi di masa depan. Ia menyarankan agar semua pihak terkait melakukan pembenahan sistem perawatan hewan secara menyeluruh.

  • Pemkot Bandung seharusnya dapat memastikan seluruh hewan di kebun binatang terawat dengan baik.
  • Makanan yang diberikan kepada satwa harus sesuai standar.
  • Kandang harus tetap bersih dan terjaga kebersihannya.
  • Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga perlu dilakukan.

Peristiwa ini, menurut Edwin, harus menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk melakukan pembenahan dan memperbaiki sistem pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Ia berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali, dan hewan-hewan di tempat tersebut mendapatkan perawatan yang layak.

Proses Penanganan Terhadap Kematian Harimau Benggala

Setelah kematian kedua anak harimau tersebut, penanganan dilakukan secara kolaboratif oleh berbagai pihak. Tim lintas instansi, termasuk Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, BBKSDA, serta tim medis dari kebun binatang, turut terlibat dalam upaya penyelamatan nyawa Huru dan Hara. Namun, sayangnya, usaha tersebut tidak berhasil menyelamatkan hidup kedua satwa tersebut.

Baca Juga:  HUT ke-65, 100 bendera Israel akan berkibar di Jakarta

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya dari berbagai pihak, masih terdapat tantangan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan hewan-hewan di Kebun Binatang Bandung. Hal ini semakin memperkuat pendapat Edwin bahwa diperlukan evaluasi menyeluruh terkait sistem pengelolaan dan perawatan satwa.

Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan

Untuk mencegah terulangnya insiden serupa, beberapa langkah penting perlu segera diambil:

  • Peningkatan kualitas perawatan: Seluruh hewan di kebun binatang harus mendapatkan perawatan yang optimal, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin dan pengawasan lingkungan kandang.
  • Peningkatan koordinasi antarinstansi: Kolaborasi antara Pemkot Bandung, Kementerian Kehutanan, dan pengelola kebun binatang harus lebih intensif guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas sistem pengelolaan.
  • Peningkatan kesadaran masyarakat: Masyarakat juga perlu lebih peduli terhadap kondisi satwa di kebun binatang dan memberikan dukungan terhadap upaya perbaikan yang dilakukan oleh pihak berwenang.


Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.