Berita Populer Padang: Harga Emas Naik, PLTSa Dibangun, dan PSP Padang Menang Telak
Pada 24 jam terakhir, berbagai berita menarik telah muncul dari Kota Padang. Berikut adalah tiga berita yang paling diminati.
Harga Emas Perhiasan di Padang Naik ke Rp2,48 Juta per Gram
Harga emas perhiasan di Kota Padang, Sumatera Barat, mengalami kenaikan signifikan pada akhir Maret 2026. Berdasarkan pantauan di Pasar Raya Padang, harga emas murni saat ini berada pada level tinggi dan memicu beragam respons dari masyarakat.
Salah satu acuan harga, Toko Emas Murni di kawasan Pasar Raya Padang, mencatat harga emas perhiasan kadar tinggi berada di angka Rp 2.480.000 per gram. Selain satuan gram, masyarakat juga mengenal satuan lokal “ameh”. Di Sumatera Barat, satu ameh setara dengan 2,5 gram emas murni. Untuk satu ameh, harganya sekitar Rp 6.200.000.
Kondisi harga ini dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia yang masih fluktuatif serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Meski harga tergolong tinggi, aktivitas jual beli di pasar emas tetap berjalan normal. Sebagian warga bahkan memilih menjual kembali (buyback) emas yang dimiliki.
Sebagai perbandingan, harga emas batangan di Pegadaian juga menunjukkan tren tinggi. Per Minggu (29/3/2026), emas Antam dibanderol Rp 2.810.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri 24 berada di kisaran Rp 2.818.000 per gram, dan emas UBS sekitar Rp 2.832.000 per gram.
Padang Siapkan PLTSa Regional, Olah 500 Ton Sampah Jadi Energi
Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersiap melakukan terobosan besar dalam pengelolaan lingkungan dengan merancang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berskala regional. Langkah ini diambil sebagai solusi atas meningkatnya volume sampah di Kota Padang yang kini mencapai 700 hingga 800 ton per hari.
Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen masih ditangani dengan cara ditimbun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa pengolahan teknologi. Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan pihaknya melihat potensi pengolahan sampah sebesar 450 hingga 500 ton per hari untuk mendukung operasional PLTSa ke depan.
“PLTSa ini tidak hanya untuk Kota Padang, tetapi juga dirancang menjadi pusat pengolahan sampah regional,” ujar Fadly. Sejumlah daerah seperti Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, hingga Solok direncanakan dapat mengirimkan sampah ke fasilitas tersebut.
Untuk mendukung proyek ini, Pemko Padang tengah memproses pembebasan lahan seluas belasan hektare di kawasan Air Dingin yang akan dijadikan lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern. Dukungan juga datang dari Kementerian Lingkungan Hidup. Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLH, Tulus Laksono, menilai metode sanitary landfill sudah tidak lagi relevan bagi kota besar dengan keterbatasan lahan.
“Sampah harus memiliki nilai ekonomi. Pengolahan menjadi energi merupakan solusi yang ideal,” katanya. Dari sisi pembiayaan, proyek ini direncanakan mendapat dukungan penuh dari lembaga pengelola investasi nasional, Danantara, dengan skema pendanaan 100 persen sebagai bagian dari percepatan proyek strategis nasional.
Dalam kajian teknisnya, Pemko Padang akan mengombinasikan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan PLTSa untuk mengoptimalkan pengolahan sampah. Selain itu, sektor swasta seperti PT Medco juga mulai melirik peluang investasi pada proyek tersebut, mengingat potensi energi terbarukan di Sumatera Barat.
Saat ini, Kota Padang berada di peringkat ke-8 nasional kategori “Menuju Kota Bersih”. Kehadiran PLTSa diharapkan mampu meningkatkan capaian tersebut sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
PSP Padang Pesta Gol 7-1 atas Kompak FC, Dekatkan Langkah ke Final Liga 4 Sumbar
PSP Padang membuka peluang besar melaju ke final Liga 4 Sumatera Barat usai meraih kemenangan telak 7-1 atas Kompak FC Kampung Pisang pada leg pertama semifinal. Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Sumatera Barat, Lubuk Alung, Minggu (29/3/2026), berlangsung timpang dengan dominasi penuh dari PSP Padang sejak awal laga.
Kemenangan dengan selisih enam gol ini menjadi modal kuat bagi tim berjuluk Pandeka Minang tersebut untuk menghadapi leg kedua. Wali Kota Padang Fadly Amran yang turut menyaksikan laga tersebut menyebut hasil ini sebagai buah dari proses panjang yang telah dijalani tim.
“Persiapan yang dilakukan selama kurang lebih delapan bulan tentu tidak sia-sia. Ini hasil dari kerja keras dan konsistensi tim,” ujarnya. Meski unggul jauh, ia mengingatkan para pemain untuk tidak lengah dan tetap fokus menghadapi pertandingan berikutnya.
“Perjuangan belum selesai. Tim harus tetap tampil maksimal di setiap laga dan menjaga konsistensi,” katanya. Fadly juga menilai peluang PSP Padang untuk melangkah lebih jauh, termasuk ke tingkat nasional, semakin terbuka jika mampu mempertahankan performa.
Sementara itu, laga semifinal Liga 4 Sumbar dimainkan dalam dua leg. Pertandingan leg kedua dijadwalkan berlangsung pada Selasa (31/3/2026) pukul 15.30 WIB, dengan PSP Padang bertindak sebagai tuan rumah. Dengan keunggulan agregat sementara, PSP Padang hanya membutuhkan hasil aman untuk memastikan tiket ke babak final.







