BMKG: Gempa Sukabumi Tengah Malam Tadi Disebut Gempa Dangkal Sesar Cimandiri

by -1 views
BMKG: Gempa Sukabumi Tengah Malam Tadi Disebut Gempa Dangkal Sesar Cimandiri

Gempa Dangkal di Sukabumi Dipicu Aktivitas Sesar Cimandiri

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,1 terjadi di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, pada dini hari Minggu (15/3/2026). Peristiwa ini menimbulkan rasa kaget dan kepanikan bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 00.36 WIB.

Episenter gempa berada di darat sekitar 8 kilometer tenggara Kota Sukabumi dengan kedalaman hanya 5 kilometer. Hal ini menunjukkan bahwa gempa yang terjadi adalah jenis gempa dangkal. Menurut Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Wilayah Sukabumi sendiri berada di jalur Sesar Cimandiri, salah satu sesar aktif di Jawa Barat. Jalur ini membentang dari kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat hingga Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Aktivitas sesar ini sering kali memicu gempa bumi dangkal yang dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah tersebut.

Baca Juga:  Siap-siap! Tempe dan Tahu akan Menghilang dari Pasaran Mulai 25-27 Juli

Berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) BMKG dan laporan masyarakat, gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Nyalindung dengan intensitas IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan sebagian orang di luar rumah, serta menyebabkan pintu dan jendela berderik.

Di wilayah Sukabumi, Kabandungan, Tugubandung, Cipeuteuy, Cihamerang, Mekarjaya hingga Cianaga, getaran dirasakan pada skala III hingga IV MMI. Sementara itu, di wilayah Cianjur Kota, Cipanas, Kalapanunggal, Palabuhanratu, Cimahi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat hingga Bogor, gempa dirasakan dengan intensitas II hingga III MMI.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. “Hingga pukul 01.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” kata Hartanto.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memastikan informasi yang diperoleh berasal dari kanal resmi BMKG. Mereka juga menyarankan untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Sebelumnya, sejumlah warga mengaku merasakan getaran gempa tersebut dan sempat panik hingga berlarian keluar rumah. Aprianti (34), warga Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, mengaku terkejut saat merasakan getaran gempa ketika dirinya sedang tertidur di dalam rumah.

Baca Juga:  KPK Raup Data dari Kantor Mantan Pejabatnya: Temuan Mengejutkan

“Saya lagi tidur, tiba-tiba terasa getaran. Saya langsung bangun dan lari keluar rumah karena takut,” kata Aprianti kepada Tribun, Minggu (15/3/2026).

Ia menuturkan, suaminya yang saat itu berada di depan rumah juga langsung berlari masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan anak mereka yang sedang tertidur di kamar.

“Suami saya yang tadinya di luar rumah langsung masuk dan membawa anak kami keluar kamar karena takut terjadi apa-apa,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Rudi (45), warga lainnya di Kabupaten Sukabumi. Ia mengatakan getaran gempa terasa cukup kuat saat dirinya bersama warga baru saja selesai melakukan kerja bakti di area masjid.

Menurutnya, meski getaran hanya berlangsung beberapa detik, namun cukup membuat warga panik dan bergegas menjauh dari bangunan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Saat itu kami baru beres kerja bakti. Tiba-tiba terasa getaran cukup kencang, seperti anjlok. Kami yang ada di luar langsung berlarian karena kaget,” ujar Rudi.

Informasi Terkini dan Langkah Pencegahan

BMKG terus memantau situasi gempa dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Mereka menegaskan bahwa gempa yang terjadi tidak memiliki potensi tsunami, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan dampak yang lebih besar.

Baca Juga:  Bansos Sembako 2025 Dibagikan Bertahap, Ini Cara Klaimnya

Selain itu, BMKG juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan protokol keselamatan selama masa gempa. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Memastikan struktur bangunan aman dan kokoh.
  • Menyimpan barang berharga di tempat yang aman.
  • Menyiapkan alat pemadam kebakaran dan perlengkapan darurat.
  • Mengikuti informasi dari sumber resmi seperti BMKG atau media nasional.

Dengan informasi yang akurat dan langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat lebih siap menghadapi gempa bumi dan mengurangi risiko cedera atau kerusakan.