Prediksi Curah Hujan di Jawa Barat pada Maret 2026
Pada dasarian akhir Februari 2026, sebanyak 57 persen wilayah Jawa Barat mengalami hujan dengan intensitas rendah. Namun, berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan akan meningkat menjadi kategori menengah pada dasarian pertama bulan Maret, yaitu tanggal 1 hingga 10 Maret. Prediksi ini menunjukkan bahwa sekitar 80 persen wilayah Jawa Barat akan mengalami curah hujan yang lebih tinggi.
Wilayah yang Berpotensi Mengalami Hujan Tinggi
BMKG memprediksi adanya sebaran curah hujan tinggi dengan intensitas antara 150 hingga 300 milimeter pada dasarian awal Maret. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:
- Sukabumi yang berbatasan dengan Banten, baik dari utara hingga selatan.
- Majalengka dan daerah perbatasan sekitarnya, seperti Sumedang, Kuningan, Ciamis, dan Cirebon.
Di sisi lain, beberapa wilayah di Jawa Barat diprediksi akan mengalami curah hujan rendah, yaitu antara 0 hingga 50 milimeter per dasarian. Wilayah-wilayah tersebut mencakup:
- Bandung Barat
- Cimahi
- Bagian utara Karawang
- Subang
- Indramayu
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Cuaca
Prakirawan cuaca dari Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Diana Hertanti, menjelaskan bahwa dalam seminggu terakhir, yaitu 2 hingga 8 Maret, dinamika atmosfer masih mendukung peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat.
Beberapa faktor yang memengaruhi perubahan cuaca ini adalah:
- Suhu permukaan laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia.
- Fenomena gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi masih aktif.
- Gelombang Kelvin dan Low Frequent yang memberikan kontribusi terhadap pembentukan awan hujan.
Selain itu, ada potensi terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Jawa Barat, serta kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori ringan hingga kuat. Semua faktor ini mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal di wilayah Jawa Barat.
Potensi Hujan Sedang Hingga Sangat Lebat
Pada Senin, 2 Maret 2026, potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang dalam skala lokal dan singkat diperkirakan terjadi di wilayah:
- Bogor
- Kota Depok
- Cianjur
- Sukabumi
- Bandung Raya
- Sumedang
- Indramayu
- Majalengka
- Kuningan
- Garut
- Tasikmalaya
- Ciamis
- Kota Banjar
- Pangandaran
Pada Selasa dan Rabu, potensi hujan yang sama diperkirakan terjadi di:
- Bogor
- Depok
- Purwakarta
- Cianjur
- Sukabumi
- Bandung Raya
- Sumedang
- Cirebon
- Indramayu
- Majalengka
- Kuningan
- Garut
- Tasikmalaya
- Ciamis
- Kota Banjar
- Pangandaran
Pada Kamis, potensi hujan sedang hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di:
- Kabupaten Bekasi
- Karawang
- Cianjur
- Kabupaten Sukabumi
Sementara pada Jumat, potensi hujan sedang hingga sangat lebat meliputi:
- Bekasi
- Bogor
- Kota Depok
- Karawang
- Purwakarta
- Subang
- Cianjur
- Sukabumi
- Kabupaten Bandung Barat
- Sumedang
- Indramayu
- Majalengka
- Kuningan
- Garut
- Kabupaten Tasikmalaya
- Pangandaran
Pada Sabtu, potensi hujan sedang hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di:
- Kabupaten Bogor
- Sukabumi
- Sumedang
- Majalengka
- Kuningan
- Garut
- Tasikmalaya
- Ciamis
- Kota Banjar
- Pangandaran
Dan pada Ahad, potensi kondisi yang sama diperkirakan terjadi di:
- Cianjur
- Sukabumi
- Sumedang
- Kuningan
- Garut
- Tasikmalaya
- Pangandaran
Imbauan BMKG untuk Warga
BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Cuaca yang tidak menentu ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis, seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Dengan demikian, penting bagi warga untuk selalu memantau informasi cuaca dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.







