Cuaca Ekstrem di Sulteng Ancam Stabilitas Harga

by -7 views
Cuaca Ekstrem di Sulteng Ancam Stabilitas Harga

JABARMEDIA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan peringatan terkait dampak perubahan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi produksi pangan dan berpotensi meningkatkan tingkat inflasi di wilayah tersebut. Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido menyampaikan bahwa kondisi cuaca ini telah berdampak pada kenaikan harga komoditas volatile food seperti bawang, cabai, ikan laut, telur, dan beras.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa perilaku masyarakat yang cenderung membeli emas secara besar-besaran belakangan ini turut berkontribusi pada tekanan inflasi. Selain faktor cuaca, ia memproyeksikan peningkatan harga tiket transportasi menjelang libur Idul Fitri 2026, yang bisa menjadi salah satu penyebab inflasi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng melaporkan bahwa inflasi pada bulan Januari 2026 mencapai 0,1 persen dibandingkan Desember 2025. Beberapa komoditas yang berkontribusi pada inflasi tersebut antara lain emas perhiasan, ikan cakalang, ikan selar, ikan ekor kuning, cumi-cumi, minyak goreng, dan ikan teri.

Sementara itu, beberapa komoditas memberikan kontribusi deflasi pada bulan yang sama, yaitu cabai rawit, ikan lajang, cabai merah, bawang merah, bensin, beras, tomat, ikan katambo, angkutan udara, ikan kembung, dan telur ayam ras.

Baca Juga:  Daun Gedi: Keajaiban Tersembunyi Dari Sulawesi Utara, Manfaat Kesehatan, Dan Cara Kreatif Menyajikannya

Inflasi Tahunan dan Faktor Penyebab

Inflasi tahunan di Sulawesi Tengah tercatat sebesar 4,55 persen pada Januari 2026 dibandingkan Januari 2025. Beberapa komoditas yang dominan berkontribusi pada inflasi tahunan termasuk tarif listrik, emas perhiasan, beras, ikan lajang, ikan cakalang, ikan selar, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan lainnya.

Di sisi lain, beberapa komoditas yang memberikan kontribusi deflasi tahunan meliputi cabai rawit, tomat, bawang putih, cabai merah, baju muslim wanita, tissu, telepon seluler, bensin, blus wanita, dan parfum.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Inflasi

Beberapa faktor utama yang memengaruhi inflasi di Sulawesi Tengah antara lain:

  • Perubahan Cuaca Ekstrem: Kondisi cuaca yang tidak menentu dapat mengganggu produksi pangan, sehingga menyebabkan kenaikan harga komoditas pangan.
  • Kenaikan Harga Emas: Perilaku masyarakat yang cenderung memborong emas berdampak pada tekanan inflasi.
  • Peningkatan Harga Transportasi: Jelang liburan besar seperti Idul Fitri, harga tiket transportasi biasanya meningkat, yang bisa memicu inflasi.
  • Perubahan Harga Komoditas: Beberapa komoditas seperti beras, cabai, dan bawang mengalami kenaikan harga, sedangkan beberapa lainnya mengalami penurunan harga.
Baca Juga:  Bertambah, Atlet DKI yang Positif Corona di PON Papua Jadi 5 Orang

Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Untuk menghadapi ancaman inflasi, pemerintah provinsi melakukan beberapa langkah strategis, antara lain:

  • Meningkatkan Produksi Pangan Lokal: Dengan memperkuat sektor pertanian dan perikanan, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan pangan yang cukup.
  • Mengawasi Harga Komoditas: Pemerintah melakukan pemantauan ketat terhadap harga komoditas vital untuk mencegah penyalahgunaan oleh spekulan.
  • Menjaga Stabilitas Harga Transportasi: Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga transportasi agar tidak memberi tekanan tambahan pada masyarakat.
  • Meningkatkan Kesadaran Masyarakat: Melalui sosialisasi, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam berbelanja dan menghindari kebiasaan memborong barang tertentu.

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan inflasi di Sulawesi Tengah dapat dikendalikan dan tidak memberi dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.