Dari Garut ke Asia Tenggara, Sami Raos Tembus Pasar Melalui Agen dan Jastiper

by -
Dari Garut ke Asia Tenggara, Sami Raos Tembus Pasar Melalui Agen dan Jastiper

Bakso Aci Kemasan Sami Raos Menembus Pasar Internasional

Produk kuliner khas daerah kini tidak lagi hanya dinikmati secara lokal. Di tengah berkembangnya distribusi digital dan jaringan informal lintas negara, makanan tradisional Indonesia mulai menemukan pasar baru di luar negeri. Salah satu contohnya adalah bakso aci kemasan Sami Raos asal Garut yang perlahan menembus pasar internasional.

Distribusi Produk ke Luar Negeri

SPV Marketplace Sami Raos, Dani Kisma mengungkapkan bahwa distribusi produk ke luar negeri sebenarnya sudah berlangsung sejak awal, meski belum dilakukan secara ekspor langsung dalam skala besar. “Sebetulnya dari awal juga kita memang sudah sampai ke luar negeri secara pendistribusian. Cuma memang kita nggak distribusi secara langsung oleh kita,” ujar Dani saat dihubungi, Senin (30/3/2026).

Dari jalur agen dan reseller, produk Sami Raos mulai dikenal hingga ke berbagai negara, terutama di kawasan Asia Tenggara. “Untuk produk kita sampai ke luar negeri itu awal-awal melalui agen. Agen kita yang memang beberapa ada yang aktif untuk pengiriman ke luar negeri,” kata Dani.

Baca Juga:  Nuanu kolaborasi dengan pelaku kuliner bangun ekosistem gastronomi Bali

Kini jangkauan pasar Sami Raos semakin luas ke negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand menjadi tujuan utama distribusi produk tersebut. Meski demikian, Dani menegaskan bahwa skala distribusi saat ini masih berada di level menengah dan belum masuk kategori ekspor besar. “Kalau untuk sekarang sih masih skala menengah lah untuk pendistribusian ke luar negeri itu.”

Permintaan Tinggi dari Warga Indonesia di Luar Negeri

Antusiasme pasar luar negeri, khususnya dari warga Indonesia yang tinggal di luar negeri, menjadi salah satu faktor pendorong utama tingginya permintaan. Produk makanan khas Indonesia seperti bakso aci dinilai mampu mengobati kerinduan akan cita rasa kampung halaman. “Rata-rata permintaannya itu mereka kangen dengan produk-produk atau makanan khas Indonesia,” ungkap Dani.

Fenomena ini juga diperkuat dengan maraknya jasa titip (jastiper) yang turut membantu distribusi produk ke luar negeri. Bahkan, dalam satu kali pemesanan, jumlah yang dipesan bisa mencapai ratusan hingga ribuan produk. “Khusus jastiper itu ada beberapa, sekali order bisa sampai 500 sampai 1.000 piece, dan itu memang hanya fokus dikirimkan ke luar negeri,” katanya.

Baca Juga:  Kontraktor Bioremediasi Chevron Divonis 5 Tahun Penjara

Tak hanya itu, Sami Raos juga mencatat adanya agen besar yang mampu melakukan pemesanan hingga ribuan produk dalam satu transaksi. “Ada satu agen yang sekali order bisa mencapai 3.000 sampai 4.000 piece, all varian kita mix,” tambahnya.

Mempertahankan Mitra Distribusi

Untuk memperluas jangkauan distribusi, Sami Raos kini juga menggandeng platform pengiriman internasional, yakni Master Bagasi. Platform ini secara khusus melayani pengiriman produk ke konsumen luar negeri ke wilayah Asia Tenggara hingga Eropa.

Meski distribusi semakin berkembang, Sami Raos tetap mengandalkan mitra seperti agen dan jastiper dalam proses pengiriman. Perusahaan belum melakukan pengiriman langsung ke luar negeri, melainkan mempercayakan logistik kepada pihak yang telah memiliki jaringan distribusi internasional.

Awal yang Tak Terduga

Di balik pertumbuhan tersebut, tersimpan cerita awal yang tak terduga. Dani menyebut, bisnis ini bermula dari keraguan terhadap potensi bakso aci sebagai produk kemasan. “Awalnya owner juga nggak percaya, masa iya bakso aci bisa laku sampai 10.000 piece per hari,” katanya.

Baca Juga:  Distribusi BBM Indonesia Paling Rumit di Dunia

Namun setelah melihat peluang pasar dan melakukan riset produk, Sami Raos akhirnya dikembangkan secara serius, dimulai dari penjualan online hingga jaringan agen.

Kini, dari produk rumahan di Garut, Sami Raos perlahan membuktikan diri sebagai salah satu kuliner lokal yang mampu bersaing di pasar internasional, berawal dari kerinduan, hingga menjadi peluang bisnis lintas negara.