Informasi Terkini tentang Gempa di Kabupaten Pangandaran
Pada hari Selasa, 31 Maret 2026 pukul 05:25 WIB, terjadi gempa bumi di wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran. Gempa ini dilaporkan memiliki magnitudo 2,1 dan berada pada kedalaman sekitar 28 km. Pusat gempa terletak sekitar 80 km dari pusat Kabupaten Pangandaran dengan koordinat 8.08 LS dan 107.88 BT.
Informasi mengenai gempa tersebut disampaikan melalui akun resmi BMKG di X (@infoBMKG). Dalam rilisnya, BMKG menyebutkan bahwa data yang diberikan bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan informasi yang tersedia.
Peran BMKG dalam Pemantauan Cuaca dan Bencana
BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas dalam bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, hingga kualitas udara. Selain itu, BMKG juga memberikan peringatan dini cuaca ekstrem, potensi bencana alam, serta data iklim yang sangat berguna bagi masyarakat, pemerintah, dan sektor industri.
Wilayah Pangandaran merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Jarak antara Pangandaran dengan ibu kota provinsi, Bandung, adalah sekitar 195,6 km.
Detail Gempa yang Terjadi
Gempa yang terjadi di Pangandaran memiliki magnitudo 2,1. Magnitudo gempa adalah ukuran kekuatan atau energi yang dilepaskan oleh gempa bumi dari pusatnya (hiposentrum), yang diukur menggunakan skala magnitudo seperti Skala Richter (ML) atau Moment Magnitude (Mw).
Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity), berikut penjelasan tingkat intensitas gempa:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Penutup
BMKG terus memantau kondisi cuaca dan bencana alam di seluruh Indonesia. Dengan adanya informasi yang diberikan, masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi potensi ancaman dari bencana alam.







