Identitas 6 Korban Kecelakaan Elf Maut di Majalengka

by -17 views
Identitas 6 Korban Kecelakaan Elf Maut di Majalengka

Kecelakaan Maut di Majalengka, Enam Orang Tewas

Sebanyak enam orang warga Karawang, Jawa Barat, meninggal dunia dalam kecelakaan maut yang terjadi di Kabupaten Majalengka. Mobil Elf yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan terbalik. Kejadian ini terjadi saat mobil sedang dalam perjalanan pulang menuju Karawang setelah melakukan mudik dari Karawang ke Tasikmalaya.

Kecelakaan terjadi pada Senin (23/3) pagi. Mobil ELF yang awalnya berangkat dari arah Pangandaran harus berputar arah menuju Majalengka. Di kawasan tersebut, insiden terjadi. Diduga mobil mengalami rem blong sehingga kehilangan kendali dan akhirnya terbalik.

Para korban diketahui masih memiliki hubungan keluarga satu sama lain. Dari keenam korban, tiga di antaranya merupakan anggota keluarga ibu dan dua anak balita. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengonfirmasi bahwa semua korban berasal dari satu keluarga.

“Betul, masih satu keluarga,” ujar Aep usai mengunjungi rumah-rumah keluarga korban di Rengasdengklok, Selasa (24/3) malam.

Menurut informasi yang diberikan oleh Aep, lima korban merupakan warga dari Kecamatan Rengasdengklok, yaitu Kelurahan Warudoyong. Sementara satu korban lainnya berasal dari Desa Kutamukti, Kecamatan Kutawaluya.

Baca Juga:  Ramadan Hari ke-19, Cabai Rawit Merah Capai Rp105.250 di Cirebon

“Yang di Kutawaluya adalah sopir atas nama Hasyim Adnan,” tambahnya.

Berikut data korban meninggal dalam kecelakaan maut di Majalengka:

  • Hasyim Adnan, laki-laki berusia 47 tahun, pengemudi Kendaraan Isuzu Elf Microbus Nomor polisi Z-7012-CN. Alamat di Dusun Poris RT.009 RW 004 Desa Kutamukti Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang;
  • Nanda, perempuan berusia 1,5 tahun. Alamat di Kelurahan Warudoyong Selatan RT 042 RW 009 Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang;
  • Ali, laki-laki berusia 5 tahun. Alamat di Kelurahan Warudoyong Selatan Rt.042 RW.009 Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang;
  • Mala (35), alamat Rengasdengklok Selatan – Karawang;
  • Karwati (65), alamat Rengasdengklok Selatan – Karawang;
  • Desi (42), alamat Rengasdengklok Selatan – Karawang.

Dalam kunjungannya ke rumah keluarga korban, Aep juga menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta untuk masing-masing korban meninggal dunia.

Aep menjelaskan, para korban tidak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja karena kendaraan yang digunakan merupakan mobil pribadi.

“Karena menggunakan pelat hitam, meskipun disewa, tetap tidak mendapatkan bantuan dari Jasa Raharja karena dianggap bukan kendaraan resmi angkutan umum,” ujar Aep.

Baca Juga:  Hari Ini Bank Indonesia Mulai Edarkan Uang Pecahan Rp 100 Ribu Baru

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang mengambil langkah untuk memberikan bantuan langsung kepada para korban.

“Kita berikan bantuan Rp 50 juta untuk masing-masing korban meninggal,” tambahnya.

Sementara itu, untuk korban luka-luka, Aep memastikan seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab Karawang. Ia juga menyebut RSUD Rengasdengklok siap memberikan pelayanan bagi para korban.

“Untuk yang luka atau masih dalam perawatan akan kita tanggung semuanya. RSUD Rengasdengklok siap menampung pasien kecelakaan, kapan pun akan dilakukan kontrol maupun perawatan,” ujarnya.

Respons Pemerintah dan Upaya Penanganan

Pemerintah Kabupaten Karawang menunjukkan komitmennya dalam membantu para korban kecelakaan ini. Bantuan finansial sebesar Rp 50 juta diberikan sebagai bentuk dukungan untuk keluarga korban meninggal. Selain itu, biaya pengobatan bagi korban luka-luka juga sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

RSUD Rengasdengklok menjadi pusat layanan kesehatan utama bagi para korban. Rumah sakit ini siap memberikan perawatan khusus dan pemantauan rutin untuk memastikan kesehatan korban tetap terjaga.

Kejadian ini juga menjadi peringatan penting tentang keselamatan berkendara, terutama saat melakukan perjalanan jauh seperti mudik. Diperlukan kesadaran lebih tinggi dari pengemudi dan pemilik kendaraan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik dan menghindari risiko kecelakaan.

Baca Juga:  Seledri: Lebih Dari Sekadar Hiasan, Kaya Manfaat Dan Fleksibel Di Dapur

Kesimpulan

Kecelakaan maut di Majalengka menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat luas. Dengan bantuan pemerintah dan upaya penanganan medis yang optimal, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan dukungan bagi para korban. Selain itu, kejadian ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara.