Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bekerja sama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mengumumkan pembukaan fungsional Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan sepanjang 52 kilometer. Pembukaan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan arus balik Lebaran 2026.
Ruas tol ini dioperasikan khusus untuk kendaraan Golongan I yang bergerak dari arah Bandung menuju Jakarta. Jalur ini menjadi alternatif utama untuk mengurangi beban lalu lintas di koridor Tol Jakarta–Cikampek dan Jalan Layang MBZ.
Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, pihaknya bersama BUJT telah memastikan kesiapan infrastruktur agar aman dilalui oleh para pemudik.
“Kementerian PU memastikan kesiapan infrastruktur konektivitas nasional agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan arus balik dengan lebih aman, nyaman, dan efisien. Pembukaan fungsional Japek II Selatan ini menjadi salah satu upaya konkret untuk mengurai kepadatan di koridor utama serta memberikan alternatif jalur bagi masyarakat,” jelas Dody dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3/2026).
Secara teknis, ruas fungsional ini mencakup empat seksi utama yang telah siap dilintasi. Seksi tersebut meliputi:
- Seksi 3 Setu–Sukaragam (7,75 km)
- Seksi 4 Sukaragam–Sukabungah (13,00 km)
- Seksi 5 Sukabungah–Kutanegara (22,75 km)
- Seksi 6 Kutanegara–Sadang (8,50 km)
Keberadaan jalur ini secara efektif memangkas waktu tempuh bagi pengguna jalan dari wilayah Bandung menuju kawasan selatan Jakarta. Pemanfaatan jalur fungsional ini tidak dipungut biaya atau gratis selama masa pelayanan arus balik berlangsung.
“Pembukaan fungsional Japek II Selatan ini menjadi salah satu upaya konkret untuk mengurai kepadatan di koridor utama serta memberikan alternatif jalur bagi masyarakat,” tambahnya.
Sejumlah pengguna jalan melaporkan efisiensi waktu yang signifikan saat melintasi jalur alternatif ini dibandingkan jalur utama yang padat. Jalur ini memberikan opsi perjalanan yang lebih terkendali bagi warga menuju wilayah Bogor, Depok, hingga Tangerang Selatan.
Proyek Jalan Tol Japek II Selatan sendiri dirancang total sepanjang 64,05 km yang menghubungkan JORR di Bekasi dengan Tol Purbaleunyi di Sadang. Infrastruktur ini nantinya akan dilengkapi tujuh gerbang tol, mulai dari GT Jatiasih hingga GT Sadang.
Kementerian PU mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada dan mematuhi rambu lalu lintas selama melintas di jalur fungsional. Hal ini mengingat sebagian ruas tol masih dalam tahap konstruksi sehingga pengemudi wajib mengikuti arahan petugas lapangan.
Sementara pada kesempatan berbeda, PT Jasamarga Metropolitan mencatat pada periode H+2 libur Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 (23 Maret 2026) terdapat total 78.734 kendaraan meninggalkan area Bandung dan Rancaekek.
Posisinya meningkat 38,78% bila dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal. Perinciannya, terdapat 44.822 kendaraan bergerak ke Jakarta melalui GT Cileunyi atau naik 57,76% dan 33.912 kendaraan meninggalkan Bandung via Tol Pasteur (naik 19,75%).







