Gerakan Pangan Murah di Jawa Tengah: Menyediakan Kebutuhan Pokok dengan Harga Terjangkau
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 35 kabupaten dan kota. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar umum.
Dalam pelaksanaan GPM yang dilakukan secara serentak, pihak Pemprov menyediakan berbagai komoditas penting seperti beras sebanyak 74 ton, minyak goreng sebanyak 21.000 liter, gula pasir seberat 7.250 kilogram, telur ayam ras sebanyak 11.500 kilogram, dan bawang putih sebanyak 3.400 kilogram. Kegiatan ini telah diadakan sebanyak 333 kali selama periode Januari hingga awal Maret 2026.
Antusiasme warga terhadap GPM sangat tinggi karena harga komoditas yang ditawarkan jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Contohnya, minyak goreng yang biasanya dijual antara Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter bisa diperoleh dengan harga Rp15.500 per liter. Sementara itu, beras premium yang biasanya dijual Rp16.000 per kilogram bisa dibeli dengan harga Rp62.500 per 5 kilogram.
Warga Semarang Barat, Eni, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan. Ia mengikuti acara pasar murah di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, pada Jumat (6/3/2026). “Harganya miring, MinyaKita biasanya Rp19 ribu sampai Rp20 ribu, di sini dapat Rp15.500. Beras biasanya yang premium Rp16.000 per kilogram, di sini Rp62.500 per 5 kilogram,” ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari menjelaskan bahwa GPM bertujuan untuk meredam peningkatan harga bahan pokok selama Ramadan. Target awalnya adalah melakukan GPM sebanyak 308 kali selama triwulan pertama, namun hingga awal Maret 2026, kegiatan ini sudah dilaksanakan sebanyak 333 kali. Hal ini menunjukkan bahwa GPM telah melebihi target yang ditetapkan.
[GAMBAR-0]
Kegiatan ini akan terus digalakkan hingga mendekati hari raya Idul Fitri. “Sampai dengan kemarin, GPM sudah terlaksana 333 kali. Artinya sudah melebihi dari target,” katanya.
Peran GPM dalam Mengendalikan Inflasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka acara GPM serentak yang digelar di 31 kabupaten/kota. Acara ini juga diikuti secara daring oleh 31 kabupaten/kota se-Jateng. Empat daerah lainnya, yaitu Brebes, Wonogiri, Boyolali, dan Tegal, telah melaksanakan GPM lebih awal pada Kamis, 5 Maret 2026.
Luthfi menjelaskan bahwa GPM merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau selama Ramadan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menekan inflasi.
“GPM menjadi model kegiatan yang mana harga ini bisa dijangkau oleh masyarakat,” paparnya dalam keterangan tertulis.
Meski demikian, ia tidak menampik adanya beberapa komoditas pokok yang harganya meningkat tajam. Salah satunya adalah cabai. Harga cabai rata-rata konsumen mencapai Rp81.000 per kilogram, atau lebih tinggi 42,2 persen dari harga acuan pemerintah (HAP) sebesar Rp57.000 per kilogram.
“Kami terus berupaya menekan harga tersebut, harga komoditas lain stabil,” imbuhnya.
[GAMBAR-1]







