Insiden Maut Pasangan Suami Istri Terseret Arus Banjir di Jalur Puncak Cianjur
Sebuah kejadian tragis terjadi di Jalur Puncak, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (30/3/2026) petang. Pasangan suami istri asal Bandung menjadi korban dalam insiden tersebut setelah terseret arus banjir akibat luapan saluran drainase.
Kondisi cuaca pada saat kejadian sangat buruk, dengan hujan lebat yang menyebabkan badan jalan tergenang air. Hal ini memicu luapan dari saluran drainase yang berada di sekitar jalur tersebut. Menurut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menjelaskan bahwa korban kehilangan kendali karena derasnya arus air.
Akibatnya, kedua korban terjatuh dan terseret ke saluran drainase, lalu terbawa oleh aliran sungai yang sangat deras. Kedua jenazah korban akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan secara terpisah, sekitar 25 hingga 35 kilometer dari lokasi kejadian.
Warga sekitar bernama Ismali (62) menceritakan detik-detik mencekam saat pasangan suami istri itu terseret arus banjir. Ia melihat korban terjatuh dari sepeda motor sebelum terseret arus banjir hingga masuk ke aliran Sungai Ciguntur. Bahkan, korban sempat terlihat meraih tangan salah satunya ketika terseret arus banjir.
Sayangnya, kedua korban tidak dapat diselamatkan karena derasnya luapan saluran drainase. “Air keburu naik karena kemarin itu kondisinya memang sangat deras. Seluruh badan jalan dan saluran drainase tertutup air,” ujar Ismali kepada Kompas.com di lokasi kejadian, Senin (30/3/2026).
Ismali juga mengatakan bahwa kondisi jalan yang menurun tajam di lokasi tersebut membuat arus air semakin deras saat hujan. “Saya masih terbayang sewaktu melihat keduanya jatuh ke sungai dan terbawa arus,” ucapnya sambil mengusap wajah.
Menurut Ismali, lokasi ini sering banjir karena saluran drainase meluap, meskipun kondisinya baru saja diperbaiki. “Karena memang kemarin itu kondisi airnya sangat besar dan deras,” tambahnya.
Begitu juga dengan saksi bernama Anwar (58) yang menyebut kedua korban terseret ke dalam saluran drainase sejauh sekitar 200 meter sebelum jatuh ke sungai. Ia mengatakan, saat hujan lebat, badan jalan kerap tertutup arus banjir sehingga saluran drainase di tepi jalan tidak terlihat.
“Salurannya lumayan lebar, sehingga korban tidak dapat menahan derasnya arus. Kalau sepeda motornya mah tertahan di saluran ini,” ujar Anwar.
Insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan risiko banjir yang bisa terjadi di jalur-jalur tertentu. Dengan adanya kejadian ini, pentingnya penanganan infrastruktur drainase dan penguatan sistem pengawasan di area rawan banjir menjadi semakin mendesak.







