Kedai Kopi Jadi Pusat Silaturahmi Generasi Muda Palembang

by -1 views
Kedai Kopi Jadi Pusat Silaturahmi Generasi Muda Palembang

Perubahan Gaya Hidup Generasi Muda di Palembang Saat Lebaran

Selama libur Lebaran, banyak generasi muda di Palembang memilih untuk menghabiskan waktu bersama teman di coffee shop. Tidak hanya sebagai tempat bersantai, kedai kopi ini kini menjadi alternatif lokasi silaturahmi yang populer. Keterbatasan pilihan tempat wisata dan keramaian ruang publik membuat coffee shop menjadi pilihan praktis untuk berkumpul.

Dinda Aprilia, 25 tahun, salah satu pengunjung kedai kopi, menghabiskan hari pertama Lebaran di rumah bersama keluarga. Sejak pagi hingga hari kedua, rumahnya menjadi tempat berkumpul sanak saudara yang berkunjung. Ia tidak mudik tahun ini karena orang tuanya termasuk yang paling tua dalam keluarga, sehingga kerabatnya datang berkunjung ke rumah mereka.

“Dari hari pertama sampai hari kedua, keluarga banyak datang ke rumah. Jadi kami lebih banyak di rumah dan tidak banyak keluar,” ujarnya. Setelah kegiatan silaturahmi selesai, rasa bosan mulai dirasakan. Dinda kemudian berencana keluar bersama temannya untuk mencari suasana baru. Mereka sempat mendatangi pusat perbelanjaan, namun suasana yang sangat ramai membuat mereka enggan berlama-lama.

“Kami sempat ke mal, ternyata ramai sekali. Hampir semua tempat penuh, mulai dari tempat bermain, makan sampai outlet minuman, semuanya antre,” ujarnya. Kondisi tersebut membuat Dinda dan temannya memilih menuju coffee shop sebagai alternatif tempat berkumpul. Selain lebih santai, tempat tersebut dinilai lebih mudah diakses dibandingkan lokasi wisata yang terbatas.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Marahi Pemilik Kendaraan yang Parkir di Trotoar

Menurutnya, pilihan berkumpul di coffee shop juga dipengaruhi oleh minimnya pilihan tempat wisata dan public space di kota, yang membuat banyak orang berkumpul di satu tempat. “Di Palembang ini memang masih terbatas tempat wisata atau tempat healing. Jadi biasanya pilihannya ke tempat kopi lagi. Akhirnya kami makan dan ngopi di sana sampai malam,” katanya.

Fenomena serupa juga dirasakan Zenny Mutia, 20 tahun, mahasiswa di Palembang. Ia mengaku setelah kegiatan silaturahmi keluarga selesai, ia bersama teman-teman memilih berkumpul di coffee shop untuk melanjutkan momen kebersamaan. Menurutnya, coffee shop menjadi tempat yang nyaman untuk bertemu teman, terutama saat libur Lebaran. Zenny juga mengatakan coffee shop menjadi alternatif tempat untuk menghabiskan waktu setelah dua hari berturut-turut mudik bersama keluarga.

“Biasanya setelah silaturahmi dengan keluarga, kami cari tempat untuk kumpul lagi dengan teman. Coffee shop jadi pilihan karena suasananya santai dan tidak seramai tempat wisata,” ujarnya. Menurutnya, selain untuk bersantai, berkumpul di coffee shop juga menjadi cara lain untuk menjaga silaturahmi dengan teman sebayanya dan menjadi caranya untuk memenuhi asupan kafein.

Baca Juga:  Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Dukung kegiatan GASING

“Jadi setelah mudik dan silaturahmi dari rumah keluarga, kami ketemu di coffee shop supaya tetap bisa silaturahmi. Terus juga supaya bisa tetap ngopi,” katanya sambil tersenyum.

Pengalaman Pribadi dan Motivasi Berkumpul di Coffee Shop

Selain karena tidak ada pilihan tempat yang ideal untuk bersilaturahmi, pengalaman lain dirasakan Bunga Yunielda, 24 tahun. Ia memilih untuk menghabiskan waktu Lebarannya di kedai kopi, karena menghindari pertanyaan keluarga yang begitu-gitu saja. Seperti dimana tempat dia bekerja, gajinya berapa, hingga pertanyaan kapan ia menikah.

“Karena males ditanya-tanya. Tapi sebenarnya, memilih kedai kopi supaya bisa enjoy aja ngobrol dan bertemu teman. Sekaligus bisa sharing cerita yang berisi dan menjaga silaturahmi sama orang-orang yang jarang ditemui,” kata Bunga.

Kenaikan Pengunjung di Kedai Kopi Selama Libur Lebaran

Sejumlah pelaku usaha kedai kopi juga merasakan peningkatan jumlah pengunjung pada masa libur Lebaran, terutama mulai hari pertama, kedua dan ketiga. Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan anak muda yang datang berkelompok. Bimo Perkasa, salah satu pemilik kedai kopi Dekultur di Palembang, mengaku kafenya memang sering ramai dikunjungi anak-anak muda setelah aktivitas silaturahmi keluarga berkurang saat Lebaran. Terutama kata dia, mereka yang rumahnya tidak begitu jauh dengan kedai kopi.

Baca Juga:  Pangeran Liverpool Gelut dengan Gelandang Everton, Virgil van Dijk Salahkan Wasit

“Ya benar, banyak anak muda yang saling silaturahmi di kedai kopi kami di kondisi sekarang (Lebaran). Khususnya anak muda yang tempat tinggalnya dekat dengan coffee shop,” kata dia. Coffee Shop memang menjadi sebuah pilihan kata Bimo. Bahkan, kedai kopi di Palembang juga sudah ramai dikunjungi sejak Lebaran pertama. Hal ini karena kebutuhan kopi kawan-kawan muda dan tempat yang cocok untuk berkumpul dan ngobrol.

“Relatif ramainya di antara pukul 16.00 – 23.00, waktu-waktu mereka selesai silaturahmi bersama keluarga,” kata dia.

Kesimpulan

Kondisi ini menunjukkan bahwa kedai kopi kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga menjadi ruang alternatif silaturahmi bagi generasi muda. Di tengah keterbatasan pilihan tempat wisata dan padatnya pusat keramaian saat libur Lebaran, coffee shop menjadi pilihan yang dinilai praktis dan nyaman untuk menghabiskan waktu bersama.