Petugas Dapur yang Tetap Berjaga Saat Lebaran
Di tengah momen mudik yang identik dengan perayaan Lebaran, banyak orang memilih untuk pulang ke kampung halaman. Namun, tidak semua orang bisa merayakan hari raya ini bersama keluarga. Ada sebagian dari mereka yang tetap berada di tempat kerja, termasuk petugas dapur di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) milik Kementerian Sosial (Kemensos) di Bekasi.
Salah satu contohnya adalah Sri, seorang petugas dapur yang memutuskan untuk tidak mudik agar tetap dapat memberikan pelayanan kepada para penerima manfaat residensial di STPL Bekasi. Dia bersama tiga rekan lainnya memilih untuk tetap bekerja selama liburan Lebaran, sehingga masyarakat yang tidak mudik tetap bisa merasa nyaman dan terjaga.
“Kami tidak mudik, tetap melayani teman-teman di sini yang juga tidak pulang,” ujar Sri saat ditemui di Bekasi. Baginya, tugas sebagai petugas dapur bukan hanya sekadar memasak, tetapi juga memberikan dukungan dan perhatian bagi para penerima manfaat yang tinggal di sana.
Untuk menciptakan suasana lebaran meski jauh dari keluarga, Sri dan rekan-rekannya menyajikan menu khas lebaran seperti opor dan sambal kentang. Mereka berharap hidangan tersebut dapat menghibur dan membuat para penerima manfaat merasa lebih bahagia meskipun tidak bisa berkumpul dengan keluarga besar.
Selama bulan Ramadan, Sri dan timnya juga menyediakan makanan untuk sahur dan berbuka puasa bagi para penerima manfaat yang menjalani ibadah puasa. Menu yang disajikan beragam setiap harinya, mulai dari sayur, lauk, buah, hingga takjil. Setiap makanan yang disiapkan selalu memperhatikan aspek gizi agar para penerima manfaat tetap mendapatkan nutrisi yang seimbang.
Setiap hari, Sri dan petugas dapur lainnya menyiapkan makanan untuk 95 penerima manfaat residensial yang merupakan penyandang disabilitas. Mereka tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga perhatian dan kasih sayang yang tulus.
-
Di sini, para petugas dapur tidak hanya bertugas memasak, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar STPL. Mereka bekerja dengan penuh dedikasi, tanpa mengenal batas waktu atau hari libur. Tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga saat hari raya tiba.
-
Keberadaan mereka sangat penting, terutama bagi para penerima manfaat yang tidak memiliki keluarga untuk dibangunkan. Mereka adalah penghubung antara kebutuhan dasar dan kebahagiaan dalam hidup sehari-hari.
-
Sri dan rekan-rekannya percaya bahwa dengan memberikan layanan yang baik dan penuh kasih, mereka dapat memberikan dampak positif pada kehidupan para penerima manfaat. Bahkan, dalam situasi yang tidak mudik, mereka tetap berusaha menciptakan momen yang bermakna dan hangat.







