Inisiatif Pendidikan Formal di Tingkat SMK oleh Lembaga NU Majalengka
Lembaga-lembaga strategis di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Majalengka, yaitu LP Ma’arif NU, LAZISNU, dan Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWP), terus mematangkan rencana pendirian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif NU 1 Majalengka. Langkah ini dibahas dalam forum bedah strategi pendirian sekolah yang diselenggarakan di Graha LAZISNU, Jalan Pemuda, Majalengka, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan buka puasa bersama sebagai momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lembaga pendidikan formal tingkat SMK bagi warga Nahdliyyin.
Visi Pendirian SMK Ma’arif NU
Ketua LP Ma’arif NU Majalengka, Dr. Mulya Syamsul, menjelaskan bahwa pendirian SMK Ma’arif NU merupakan bagian dari upaya organisasi untuk menyiapkan generasi muda NU yang siap melanjutkan kepemimpinan di masa depan.
“Diskusi yang dilaksanakan sambil buka puasa ini menjadi momentum penting untuk mewujudkan cita-cita pendirian lembaga pendidikan formal tingkat SMK. Sekolah ini disiapkan untuk generasi muda Nahdliyyin yang kelak akan melanjutkan kepemimpinan di masa mendatang,” ujarnya.
Sinergi Antar Lembaga NU Majalengka
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari LAZISNU dan LWP NU menjadi narasumber dalam pembahasan strategi pembangunan sekolah. Panitia kegiatan, Intan, menjelaskan bahwa forum ini digelar untuk memperkuat komitmen bersama antar lembaga dalam mewujudkan berdirinya SMK Ma’arif NU di Majalengka.
Dia menjelaskan, masing-masing lembaga memiliki peran strategis dalam proses pendirian sekolah tersebut. LAZISNU, kata dia, memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan dana umat yang dititipkan oleh warga NU, sehingga pemanfaatannya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk di bidang pendidikan.
Sementara itu, LWP NU bertugas menyiapkan lahan wakaf yang akan digunakan sebagai sarana utama pembangunan sekolah. LAZISNU mengelola dana titipan warga NU agar penyalurannya benar-benar memberikan manfaat bagi umat.
“Sedangkan LWP bertugas menyiapkan lahan wakaf yang akan digunakan sebagai sarana utama pendirian sekolah,” jelasnya.
Tanah Wakaf Seluas 2.600 Meter Persegi
Ketua LWP NU Majalengka, Kiai Jafar, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan aset wakaf untuk mendukung pembangunan sekolah tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari program inventarisasi aset wakaf yang dilakukan di bawah kepemimpinan Ketua PCNU Majalengka, KH Muhammad Umar.
“Kami telah menginventarisasi aset wakaf yang salah satunya disiapkan untuk pembangunan SMK Ma’arif NU. Lahan tersebut sudah kami serahkan kepada LP Ma’arif sebagai lembaga yang bertugas mengawal pendidikan di lingkungan NU,” ujar Kiai Jafar.
SMK Ma’arif NU 1 Majalengka rencananya akan dibangun di wilayah Kecamatan Sumberjaya, tepatnya di Desa Panjalin. LP Ma’arif NU telah menerima tanah wakaf seluas sekitar 2.600 meter persegi yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan sekolah.
Target Buka Penerimaan Siswa Tahun 2026
LP Ma’arif NU menargetkan SMK Ma’arif NU 1 Majalengka dapat mulai membuka penerimaan peserta didik baru pada tahun 2026. Dr. Mulya Syamsul optimistis sekolah tersebut dapat segera terwujud dengan dukungan berbagai pihak, khususnya jajaran PCNU Majalengka.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua PCNU Majalengka, KH Muhammad Umar, yang telah memberikan arahan sekaligus dorongan kuat untuk berdirinya SMK Ma’arif NU di Kabupaten Majalengka.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua PCNU yang telah mengarahkan dan mendorong berdirinya SMK Ma’arif NU 1 Majalengka,” katanya.






