Kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke Sekolah di Kota Depok
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan kunjungan ke dua sekolah di Kota Depok, Jawa Barat, yaitu SMPN 2 dan SDN Depok Baru 08, pada Senin (30/3). Kehadiran Mu’ti disambut oleh Wali Kota Depok Supian Suri. Dalam kunjungannya, ia menyampaikan beberapa poin penting terkait pendidikan dan penggunaan teknologi.
Sekolah Hijau atau Sekolah Adiwiyata
Mu’ti menjelaskan bahwa kedua sekolah tersebut telah menerapkan konsep green school atau sekolah hijau. Ia mengungkapkan bahwa istilah yang sering digunakan adalah “Sekolah Adiwiyata”. Konsep ini menekankan pentingnya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan dalam proses pembelajaran.
Selain itu, Mu’ti juga menyosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Ia menegaskan bahwa aturan ini tidak bertujuan untuk melarang penggunaan teknologi, tetapi lebih pada membatasi penggunaannya agar lebih aman dan bermanfaat bagi anak-anak.
Pentingnya Mengelola Penggunaan Gadget
Salah satu hal yang ditekankan oleh Mu’ti adalah pentingnya kesadaran siswa terhadap lamanya penggunaan gadget. Ia menyebut istilah “screen time” sebagai salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan.
“Screen time ini yang paling penting. Selain itu, kita juga harus memperhatikan ‘screen zone’, karena sekarang kita harus berusaha bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk hal-hal positif, yang mendukung kegiatan pembelajaran dan penguatan pendidikan karakter,” ujar Mu’ti.
Riset Terkait Penggunaan Internet di Indonesia
Mu’ti melanjutkan dengan memberikan data terkait penggunaan internet di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa negara ini memiliki tingkat penggunaan media internet yang salah satu yang tertinggi di dunia. Berdasarkan penelitian, rata-rata penggunaan internet mencapai 7,3 jam per hari. Angka ini menunjukkan bahwa hampir sepertiga dari waktu sehari-hari digunakan untuk berselancar di dunia maya.
“Sayangnya, banyak anak kita yang terjerat oleh judi online atau kriminalitas yang mereka tanpa sadari disusupkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab melalui berbagai layanan media sosial,” katanya.
Ia menekankan bahwa perlu adanya kesadaran dan pengawasan yang lebih ketat dalam penggunaan teknologi, terutama bagi para siswa. Tujuannya adalah agar teknologi bisa menjadi alat bantu dalam pembelajaran dan bukan justru menjadi ancaman bagi perkembangan anak-anak.
Dengan kunjungan ini, Mu’ti menunjukkan komitmennya dalam membimbing generasi muda untuk menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Ia berharap, dengan edukasi yang tepat, anak-anak dapat memanfaatkan internet untuk kebaikan dan meningkatkan kualitas pendidikan.









