Nenek Teriak, Korban Luka Kecelakaan Maut Majalengka, Sopir Diberi Peringatan

by -7 views
Nenek Teriak, Korban Luka Kecelakaan Maut Majalengka, Sopir Diberi Peringatan

Pengalaman Ratna Wulan Saat Kecelakaan Maut di Cingambul

Ratna Wulan, salah satu korban selamat dari kecelakaan maut yang terjadi di Cingambul, Majalengka, menceritakan pengalamannya saat mobil Isuzu Elf yang ditumpanginya terjun ke jurang. Peristiwa tersebut terjadi setelah rombongan melakukan perjalanan ziarah dan wisata sejak pagi hari.

Rombongan Berangkat Dari Karawang

Perjalanan dimulai pada hari Minggu pagi dari Karawang dengan tujuan ke Ciamis, Tasik, dan Pangandaran. Ratna mengungkapkan bahwa rombongan tiba di Ciamis atau Tasik sekitar pukul 06.00 pagi. Setelah sampai, mereka melakukan istirahat dan ziarah sebelum melanjutkan perjalanan ke Pangandaran.

“Kita berangkat jam 6 pagi ke Ciamis atau Tasik. Sampai sana sekitar jam 6 atau 7 pagi, lalu istirahat dan ziarah,” ujar Ratna saat menjalani perawatan di RSUD Cideres Majalengka, Selasa (24/3/2026).

Setelah ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pangandaran. Mereka pulang pada sore hari sekitar pukul 16.00 dan melanjutkan perjalanan kembali ke rumah. “Habis dari Pangandaran pulang jam 4 sore. Terus perjalanan, sampai malam sekitar jam 8 atau 9, terus sempat ke Ciamis lagi, cuma makan sebentar, ambil barang, langsung pulang,” tambahnya.

Baca Juga:  PSG Vs Metz, Les Parisiens Menang dengan 9 Pemain

Kondisi Rombongan yang Lelah

Ratna menyebutkan bahwa kondisi rombongan saat itu sudah sangat lelah. Bahkan, ada kekhawatiran untuk tidak melanjutkan perjalanan malam hari karena kurang istirahat. Namun, sopir ingin segera pulang karena mobilnya telah dipesan oleh orang lain.

“Kan tadinya jangan disuruh pulang dulu, soalnya belum istirahat. Tapi sopirnya mau pulang, soalnya mobilnya sudah ada yang nyarter lagi,” ujarnya.

Jalur yang Tidak Biasa dan Penumpang yang Tertidur

Saat melintas di jalur Cingambul, Kabupaten Majalengka, Ratna mengaku sebagian besar penumpang sudah tertidur. Jalur yang dilalui juga bukan rute yang biasa mereka lewati.

“Pas di perjalanan pulang, itu jalan pertama kali lewat situ. Biasanya nggak lewat situ. Terus semuanya pada tidur,” kata Ratna.

Di tengah perjalanan, beberapa penumpang sempat memperingatkan sopir agar berhati-hati. “Nenek sempat ngejerit, ‘awas, bawa mobilnya jangan kencang-kencang’. Abah juga bilang, ‘pelan-pelan saja jangan kencang-kencang’,” ujarnya.

Namun, kondisi jalan yang licin usai hujan membuat situasi semakin berbahaya. “Udah licin habis hujan, terus pada teriak, langsung jatuh. Nggak tahu nabrak atau apa. Udah nggak inget, nggak sadar,” katanya.

Baca Juga:  KA Khusus Inspeksi Tabrak Truk Di Sidoarjo, Dua Tewas

Kehilangan Kesadaran dan Pemulihan

Ratna mengaku kehilangan kesadaran setelah kejadian tersebut dan baru tersadar saat sudah berada dalam penanganan medis. Ia masih dalam proses pemulihan dan terus mendapatkan perawatan di rumah sakit.



Pengalaman Ratna Wulan menjadi bagian dari cerita yang menggambarkan betapa pentingnya kesadaran akan keselamatan berkendara, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi para pengemudi dan penumpang untuk tetap waspada serta memastikan kondisi kendaraan dan jalan yang akan dilalui.