Nuanu kolaborasi dengan pelaku kuliner bangun ekosistem gastronomi Bali

by -5 views
Nuanu kolaborasi dengan pelaku kuliner bangun ekosistem gastronomi Bali

Nuanu Future Talk: Ruang Diskusi Inovatif untuk Masa Depan Industri Kreatif



Nuanu Creative City resmi meluncurkan Nuanu Future Talk, sebuah platform inovatif yang bertujuan untuk mempertemukan para pemimpin industri dan pionir kreatif dalam diskusi mengenai isu-isu terkini serta tren masa depan. Acara ini diadakan sebagai bagian dari upaya Nuanu Creative City untuk menciptakan ruang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Pada peluncuran perdananya, Rabu (4/3), Nuanu Future Talk mengangkat tema utama “Gastronomi Leader”. Meskipun baru saja diluncurkan, acara ini mendapat antusiasme yang luar biasa dengan status sold out dan dihadiri oleh 350 peserta. Selain itu, acara ini juga menghadirkan 20 pembicara ahli yang berasal dari berbagai latar belakang industri.

Beberapa pembicara yang hadir antara lain Hans Christian dari August, Syrco Bakker dari Syrco Base, Chris Smith dari 7AM, Red Gun Powder, dan Woods, serta Wayan Kresna Yasa dari HOME dan Potato Head. Para pembicara ini memiliki keahlian masing-masing dan memberikan wawasan mendalam tentang tantangan dan peluang di dunia gastronomi.

Baca Juga:  Mumi 'Perawan' Inca Menderita Infeksi Paru Sebelum Dikorbankan

Tujuan Nuanu Future Talk

Direktur Brand and Communication Nuanu Creative City, Ida Ayu Astari Prada, menjelaskan bahwa Nuanu Future Talk dirancang sebagai ruang diskusi yang aplikatif dan berorientasi solusi. Pembahasannya tidak hanya menyentuh topik-topik umum, tetapi juga fokus pada hal-hal mendasar seperti:

  • Bagaimana membangun dan mengelola bisnis hospitality di Bali dalam konteks saat ini?
  • Bagaimana memastikan operasional berjalan sesuai aturan yang berlaku?
  • Bagaimana mendorong peningkatan standar industri secara kolektif?

Prada menekankan bahwa Nuanu Future Talk bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi ditujukan untuk menghasilkan output konkret berupa rekomendasi, solusi, dan jawaban atas tantangan industri kreatif saat ini.

Peran Gastronomi dalam Nuanu Future Talk

Pemilihan gastronomi sebagai tema utama bukan tanpa alasan. Industri restoran di Bali sedang berkembang pesat dan semakin matang. Perhatian dari pasar internasional, hadirnya investor baru, serta bermunculannya konsep yang dipimpin langsung oleh para chef telah mengubah standar permainan di Bali.

Ekspektasi meningkat, dan begitu pula tantangannya. Isu seperti kepatuhan regulasi, praktik berkelanjutan, pengelolaan tim, hingga arah bisnis jangka panjang kini menjadi faktor penentu—bukan lagi sekadar pelengkap. Dari sinilah terlihat apakah sebuah usaha bisa bertahan dan tumbuh stabil, atau hanya bersinar sesaat.

Baca Juga:  Menjelajahi Oasis Hijau Di Tengah Kota: Menteng Park Bintaro, Destinasi Wisata Keluarga Yang Memikat

Pandangan dari Para Pemimpin

Menurut Direktur Sutala, Conrad, Nuanu Future Talk bukan sekadar ruang diskusi, melainkan langkah strategis untuk mencari mitra terbaik bagi Sutala, kawasan creative hub terbaru di Nuanu. Saat ini, Sutala menyediakan 60 gerai (booth), di mana 70 persen dialokasikan untuk sektor kuliner, sisanya untuk non-F&B. Acara ini menjadi ajang kurasi bagi vendor dan restoran yang ingin bergabung.

Conrad menegaskan bahwa pintu kolaborasi terbuka lebar bagi para talenta kreatif. “Kami ingin memastikan setiap UMKM yang bergabung memiliki nilai unik dan kualitas terbaik. Kami juga menyediakan zona halal dan area ramah keluarga untuk memastikan kenyamanan semua pengunjung,” ujarnya.

Visi Lev Kroll: Membangun Platform Kolaborasi

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menjelaskan bahwa Bali tidak lagi membutuhkan sekadar opini tentang dunia kulinernya. Yang dibutuhkan adalah ruang di mana orang-orang yang benar-benar terlibat dan bekerja di dalamnya bisa berpikir dan berdiskusi bersama.

“Itulah yang sedang kami bangun di Nuanu Creative City, sebuah platform tempat beragam perspektif bertemu dan menciptakan momentum nyata,” ujar Lev Kroll.

Baca Juga:  Menuju Jabar 1 : Tes Kesehatan-Yance Pilek, Dikdik Masih Merokok

Lev Kroll menambahkan bahwa kuliner menjadi titik awal yang paling alami untuk Future Talks. “Seiring kami mempersiapkan Sutala Market sebagai destinasi berbasis gastronomi, kami ingin menghadirkan yang terbaik dari dunia ke Indonesia, sekaligus memastikan yang terbaik dari Indonesia terwakili di sana. Oleh karena itu, kami duduk bersama para talenta terbaik untuk memastikan langkah ini kami jalankan dengan tepat,” tuturnya.