Pengamatan Gerhana Bulan Total oleh Observatorium Bosscha
Observatorium Bosscha akan menyelenggarakan pengamatan gerhana bulan total pada Selasa, 3 Maret 2026, dari Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Peneliti sekaligus koordinator kegiatan publik Observatorium Bosscha, Yatny Yulianty, menjelaskan bahwa fenomena alam ini sangat indah dan dapat diamati oleh masyarakat tanpa memerlukan alat khusus.
Proses pengamatan akan disiarkan langsung melalui akun media sosial video milik wahana peneropongan bintang tertua di Indonesia. Yatny mengatakan bahwa gerhana bulan total menjadi waktu yang ideal untuk meningkatkan literasi astronomi masyarakat. Fenomena ini juga menjadi kesempatan pembelajaran langsung bagi publik untuk memahami mekanisme sistem Matahari, Bumi, dan Bulan secara nyata.
Kegiatan pengamatan yang disiarkan secara daring memungkinkan masyarakat yang wilayahnya tidak bisa mengamati gerhana tetap dapat menyaksikan dan belajar bersama. Observatorium Bosscha berupaya memberikan kesempatan belajar astronomi yang lebih luas atau akses sains secara inklusif. Yatny menekankan bahwa gerhana adalah momen ketika sains dapat muncul secara langsung di tengah masyarakat.
Beberapa keistimewaan fenomena ini antara lain Bulan yang akan berwarna merah tembaga atau sering disebut Blood Moon saat tertutup bayangan Bumi secara penuh. Gerhana ini terjadi di waktu umat Islam berpuasa di bulan Ramadan. Yatny menyebutkan bahwa fenomena ini dapat menjadi momen refleksi dan perenungan tentang keteraturan alam semesta sebagai bagian dari kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
Pada pengamatan kali ini, Observatorium Bosscha lebih fokus pada kegiatan edukasi ke publik dan dokumentasi tanpa melakukan riset khusus tentang gerhana bulan total. Tim telah menyiapkan teleskop dan sistem kamera digital yang akan terhubung ke perangkat siaran langsung guna menampilkan citra Bulan. Dalam program siaran ini, tim astronom akan hadir mendampingi masyarakat melalui narasi edukatif yang mudah dipahami. Sehingga publik tidak hanya menyaksikan fenomenanya, tetapi juga memahami proses ilmiah yang terjadi.
Pengamatan di Observatorium Bosscha tidak terbuka untuk umum. Masyarakat, menurut Yatny, dapat melakukan pengamatan secara mandiri di tempat masing-masing bersama keluarga atau komunitas terdekat. Selain itu, masyarakat tetap dapat mengikuti melalui siaran langsung resmi yang memungkinkan partisipasi lebih luas dan interaktif.
Dari setidaknya tujuh fase gerhana bulan total, lokasi pengamatan di Observatorium Bosscha kemungkinan baru akan bisa mengamati saat tahap ketiga, yaitu pada pukul 18.04 WIB. Saat itu Bulan yang akan terbit di arah timur telah mengalami gerhana. Puncak gerhana totalnya terjadi pada pukul 18.33 hingga 19.02 WIB. Setelah itu, gerhana Bulan sebagian berakhir pada 20.17, yang dipungkasi gerhana penumbra pukul 21.23 WIB.
Fase-Fase Gerhana Bulan Total
-
Fase 1: Awal Gerhana Penumbra
Pada fase ini, Bulan mulai masuk ke dalam bayangan Bumi, meskipun efeknya masih sangat halus dan sulit terlihat dengan mata telanjang. -
Fase 2: Awal Gerhana Sementara
Bulan mulai masuk ke dalam bayangan inti Bumi. Pada tahap ini, bagian Bulan mulai gelap dan terlihat seperti sedang tertutup oleh bayangan Bumi. -
Fase 3: Gerhana Bulan Total
Pada fase ini, Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti Bumi. Saat ini, Bulan akan berubah warna menjadi merah tembaga atau dikenal sebagai Blood Moon. -
Fase 4: Akhir Gerhana Sementara
Bulan mulai keluar dari bayangan inti Bumi, dan cahaya kembali mulai terlihat di permukaannya. -
Fase 5: Akhir Gerhana Penumbra
Bulan sepenuhnya keluar dari bayangan Bumi, dan kondisi kembali normal. -
Fase 6: Perhitungan dan Dokumentasi
Setelah gerhana berakhir, tim observatorium akan melakukan perhitungan dan dokumentasi data yang dikumpulkan selama proses pengamatan. -
Fase 7: Penutupan Kegiatan
Setelah semua fase selesai, kegiatan pengamatan akan ditutup dan hasilnya akan dipublikasikan untuk kepentingan pendidikan dan penelitian.
Kesempatan Belajar Astronomi
Observatorium Bosscha menawarkan kesempatan unik bagi masyarakat untuk belajar astronomi melalui pengamatan gerhana bulan total. Kegiatan ini dirancang agar masyarakat dapat memahami konsep-konsep astronomi secara langsung dan sederhana. Dengan adanya siaran langsung, masyarakat dari berbagai daerah dapat ikut serta dalam pengamatan tanpa harus datang ke lokasi observatorium.
Selain itu, pengamatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sains dan teknologi dalam memahami alam semesta. Melalui pengamatan ini, masyarakat dapat merasakan keindahan alam dan memahami hubungan antara Bumi, Bulan, dan Matahari.
Observatorium Bosscha terus berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan sains yang lebih luas kepada masyarakat. Dengan berbagai inisiatif dan program yang diselenggarakan, mereka berharap dapat membangkitkan minat generasi muda terhadap astronomi dan ilmu pengetahuan secara umum.







