Pasien RSUD Kabupaten Bekasi Meningkat Pasca-Lebaran, Mayoritas Masalah Pencernaan

by -9 views
by
Pasien RSUD Kabupaten Bekasi Meningkat Pasca-Lebaran, Mayoritas Masalah Pencernaan



Peningkatan jumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi terjadi setelah libur Lebaran 2026. Lonjakan ini terutama disebabkan oleh keluhan gangguan pencernaan seperti diare, mual, dan pusing yang dipicu oleh kelelahan serta pola makan tidak terkontrol selama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengungkapkan hal tersebut saat melakukan peninjauan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut pada hari pertama masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pasca-libur Lebaran di Cikarang, Rabu. Ia menyampaikan bahwa jumlah pasien meningkat secara tajam, dengan banyak pasien mengeluhkan gejala diare, mual, dan pusing.

“Banyak pasien mengeluhkan diare, mual, dan pusing. Hal ini dipicu oleh pola makan, terutama konsumsi makanan bersantan secara berlebihan,” ujar Asep.

Selama kunjungan tersebut, Asep juga berdialog langsung dengan keluarga pasien untuk menyerap aspirasi terkait pelayanan kesehatan, termasuk keluhan mengenai lamanya proses penanganan medis. Menanggapi hal itu, ia menjelaskan bahwa setiap pasien harus melalui tahapan observasi agar diagnosis dapat ditegakkan dengan tepat sebelum mendapatkan penanganan lanjutan.

Baca Juga:  Ojol di Jakarta Jadi Mata-mata Polisi di Jalanan, Ada Bonus Rp 500.000 dari Kapolda

Proses ini mencakup penempatan pasien di ruang perawatan sesuai jenis penyakitnya. “Pasien bukan didiamkan, tetapi sedang diobservasi. Misalnya, untuk pemeriksaan kolesterol diperlukan kondisi puasa sehingga membutuhkan waktu. Setelah diagnosis jelas, pasien ditempatkan di ruang sesuai penyakitnya,” jelasnya.

Asep juga memastikan bahwa seluruh tenaga medis tetap menjalankan tugas secara optimal. Ia menegaskan bahwa profesi tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab yang tidak mengenal waktu. “Tenaga medis bekerja penuh karena terikat sumpah profesi, sehingga tetap menjalankan kewajiban mereka,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, menegaskan bahwa seluruh layanan rumah sakit tetap berjalan normal tanpa penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH). “Semua sistem berjalan normal, pasien terlayani dengan baik. Dokter dan perawat hadir, tidak ada WFH, seluruh instalasi tetap beroperasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa RSUD Kabupaten Bekasi didukung oleh 1.026 tenaga kerja yang terdiri atas dokter, perawat, serta tenaga pendukung lainnya yang telah berpengalaman dan siap menghadapi berbagai kondisi, termasuk lonjakan pasien pasca-libur Lebaran. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Lonjakan pasien sudah kami antisipasi dan seluruh tenaga siap bertugas,” kata Sri Enny.

Baca Juga:  Inflasi Jabar 2012 Diprediksi Lampaui 5 Persen

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan dan kesehatan setelah perayaan Lebaran guna menghindari gangguan kesehatan yang dapat berujung pada kebutuhan perawatan medis. Beberapa langkah penting yang bisa dilakukan antara lain:

  • Memperhatikan pola makan dengan menghindari konsumsi makanan berlemak atau berbahan baku santan secara berlebihan.
  • Melakukan aktivitas fisik ringan untuk membantu proses pencernaan dan menjaga kebugaran tubuh.
  • Tetap menjaga hidrasi dengan minum air putih secukupnya.
  • Menghindari begadang dan menjaga jam tidur yang cukup agar tubuh tidak mudah lelah.
  • Jika muncul gejala kesehatan yang tidak biasa, segera konsultasikan ke tenaga medis.

Dengan menjaga kesehatan secara berkala, masyarakat dapat menghindari risiko gangguan kesehatan yang serius dan memastikan kondisi tubuh tetap prima setelah merayakan Lebaran.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.