Pemkot Bogor Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka Selama Efisiensi Energi
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menegaskan bahwa kebijakan sekolah daring atau online tidak akan diterapkan selama masa efisiensi energi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Herry Karnadi.
Menurutnya, kegiatan belajar mengajar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), akan tetap dilaksanakan secara tatap muka. “Jadi, tidak ada kebijakan sekolah jarak jauh atau daring,” ujarnya pada Senin, 30 Maret 2026.
Herry menjelaskan bahwa kebijakan ini sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk kembali menerapkan pembelajaran daring sebagai strategi penghematan energi. Ia menilai bahwa interaksi langsung di sekolah lebih efektif dalam menjaga kualitas literasi dan numerasi siswa.
Namun, kebijakan sekolah tatap muka ini harus dilakukan dengan beberapa syarat. Di antaranya, setiap sekolah wajib melakukan efisiensi energi secara internal melalui pengaturan penggunaan fasilitas listrik dan sarana penunjang lainnya tanpa mengganggu jam pelajaran. Ia juga meminta pihak sekolah untuk mengoptimalkan fasilitas ruang kelas dan memastikan kenyamanan siswa dalam belajar secara luring.
Sebelumnya, Pemkot Bogor sedang mengkaji pemberlakuan sekolah daring. Namun, berdasarkan keputusan pemerintah pusat, kebijakan sekolah jarak jauh tidak berlaku bagi sektor pendidikan.
Penyesuaian Kebijakan WFH untuk ASN
Selain kebijakan sekolah tatap muka, Pemkot Bogor tetap akan melakukan penyesuaian kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di daerahnya. Penyesuaian ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat terkait efisiensi penggunaan energi di tengah kondisi geopolitik yang terjadi saat ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menjelaskan bahwa Pemkot akan segera melakukan pemetaan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) yang memungkinkan untuk menerapkan WFH tanpa mengganggu pelayanan publik. Implementasi WFH ini akan dilakukan secara bertahap.
Selain itu, Pemkot akan terus berupaya menguatkan sistem pemerintahan berbasis elektronik agar pelaksanaan WFH dapat berlangsung dengan efisien. Dengan demikian, Pemkot Bogor berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan kualitas layanan publik.
Langkah-Langkah Efisiensi Energi di Sektor Pendidikan
Untuk mendukung efisiensi energi, sekolah-sekolah di Kota Bogor diminta untuk:
- Melakukan pengaturan penggunaan fasilitas listrik secara internal.
- Memastikan penggunaan sarana penunjang lainnya tidak mengganggu jam pelajaran.
- Mengoptimalkan fasilitas ruang kelas dan memastikan kenyamanan siswa dalam belajar secara luring.
Selain itu, pihak sekolah juga diminta untuk meningkatkan kesadaran siswa dan guru tentang pentingnya penghematan energi. Hal ini bisa dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi yang terus-menerus.
Peran Pemerintah dalam Efisiensi Energi
Pemerintah pusat memastikan bahwa kebijakan efisiensi energi tidak mengganggu kualitas pendidikan. Dengan demikian, Pemkot Bogor terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa semua kebijakan yang diterapkan sesuai dengan arahan pemerintah pusat.
Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan teknis dan logistik kepada sekolah-sekolah untuk memfasilitasi implementasi efisiensi energi. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan sekolah-sekolah di Kota Bogor dapat menjalankan aktivitas belajar mengajar secara efisien dan berkelanjutan.







