Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Leuwipanjang Mengalami Lonjakan Besar
Puncak arus balik Lebaran 2026 di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, berlangsung dengan sangat sibuk. Tiket bus tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Selatan Jawa Barat ludes terjual, sehingga banyak penumpang yang datang secara on the spot (OTS) harus mencari alternatif transportasi.
Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengatakan bahwa jumlah penumpang yang berangkat pada hari Selasa (24/3/2026) diperkirakan melebihi 7.000 orang. Hal ini menjadikan tanggal tersebut sebagai puncak arus balik gelombang pertama.
Sehari sebelumnya, yaitu Senin (23/3), tercatat sekitar 5.200 penumpang berangkat dengan 200 bus. Dari arah Barat, sebanyak 5.998 penumpang tiba dengan 250 bus. Namun, meskipun jumlah penumpang menurun dibandingkan hari sebelumnya, kondisi terminal tetap ramai.
Tujuan utama para penumpang adalah Jakarta, Bekasi, Cikarang, Karawang, Depok, dan Bogor. Menurut Asep, banyak penumpang yang beralih ke Terminal Leuwipanjang karena tidak mendapatkan tempat duduk di gerbang Pasir Koja. Selain itu, beberapa perusahaan travel juga penuh, serta kereta api telah habis tiketnya.
Penyebab Tiket Bus Ludes Terjual
Menurut Asep, penyebab utama tiket bus habis adalah karena penjualan tiket dilakukan secara daring. Akibatnya, penumpang yang datang langsung ke terminal sering kali kehabisan tiket.
“Banyak penumpang yang datang langsung ke terminal biasanya sudah kehabisan tiket,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, beberapa perusahaan otobus seperti PO Sugeng Rahayu dan Sinar Jaya menambah armada secara mandiri. Asep menyatakan bahwa pihaknya memastikan semua armada yang ditambahkan memenuhi syarat keselamatan dan legalitas.
“Saya cek dulu suratnya lengkap, KIR-nya jalan, armadanya laik, itu saya izinkan tapi yang tidak ya tidak bisa,” tambahnya.
Persiapan untuk Gelombang Kedua Arus Balik
Puncak arus balik ini disebut sebagai gelombang pertama karena bertepatan dengan berakhirnya masa cuti bersama Lebaran 2026. Pihak terminal juga mewaspadai gelombang kedua yang akan terjadi pada 28-29 Maret 2026.
Gelombang kedua ini diprediksi akan terjadi seiring dimulainya hari pertama sekolah setelah liburan Lebaran. Untuk menghadapi hal ini, pihak terminal memastikan armada bus ke Merak, Kalideres, Cililitan, dan Kampung Rambutan tersedia.
“Dipastikan bis ke Merak, Kalideres, Cililitan, Kampung Rambutan, semua tersedia,” kata Asep.
Alternatif Transportasi untuk Penumpang OTS
Bagi penumpang yang tidak berhasil mendapatkan tiket bus, mereka harus mencari alternatif transportasi lain. Beberapa penumpang memilih menggunakan travel atau bahkan kendaraan pribadi untuk melanjutkan perjalanan.
Asep menyarankan kepada para penumpang untuk lebih awal memesan tiket agar tidak mengalami kesulitan seperti ini. Ia juga mengimbau kepada pengguna jasa transportasi untuk selalu memperhatikan keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan.
Kesimpulan
Arus balik Lebaran 2026 di Terminal Leuwipanjang menunjukkan tingkat kepadatan yang tinggi. Tiket bus yang ludes terjual menjadi tantangan bagi penumpang yang datang secara OTS. Meski demikian, pihak terminal telah melakukan persiapan yang cukup matang untuk menghadapi lonjakan penumpang. Dengan adanya penambahan armada dan pengawasan ketat, diharapkan perjalanan para penumpang dapat berjalan lancar dan aman.







