Kehilangan Remaja di Kawasan Gunung Guntur
Seorang remaja berinisial MR, usia 16 tahun, warga Tarogong Kaler, Garut, dilaporkan hilang saat mencari kepompong “turaes” atau tonggeret di kawasan Gunung Guntur. Setelah beberapa jam pencarian, akhirnya MR ditemukan dalam kondisi linglung dan setengah bugil di lokasi yang jauh dari titik awal ia menghilang.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026. MR diketahui pergi bersama kakaknya, Ai (36 tahun), serta keponakannya untuk mencari serangga di area perbukitan. Menurut informasi yang diperoleh, lokasi pencarian berada di kaki Gunung Guntur, khususnya di perbukitan Sanghiang, Kampung Cimuncang, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler.
Kapolsek Tarogong Kaler, Inspektur Satu Ate Ahmad Hermawan menjelaskan bahwa MR diajak oleh kakaknya untuk mencari kepompong serangga jenis turaes. Katanya, kepompong tersebut merupakan pesanan seseorang untuk dibuat bahan kosmetik dan obat.
Saat tiba di lokasi, mereka memutuskan untuk berpencar agar pencarian lebih mudah. Saat itu, kakaknya melakukan pencarian sendirian, sedangkan MR ditemani oleh keponakannya. Untuk memastikan MR tidak tersesat, setiap satu jam Ai selalu memanggil nama MR.
Memasuki jam ketiga, anak Ai yang menemani MR tiba-tiba datang dengan napas tersengal-sengal. Ia memaksa mengajak pulang ibunya karena merasa takut. Alasannya, MR tiba-tiba bicara melantur, membuatnya sangat ketakutan.
Ai kemudian memanggil MR, tetapi panggilannya tidak dibalas. Selanjutnya, Ai memutuskan untuk mencari MR, tetapi tidak berhasil menemukannya meskipun sudah melakukan pencarian sambil terus memanggilnya. Tidak menemukan adiknya, Ai memilih turun ke perkampungan dan memberitahu suaminya bahwa MR hilang.
Dengan bantuan sejumlah rekan, perangkat desa, serta warga, suami Ai langsung melakukan pencarian, tetapi hingga malam hari, MR belum juga ditemukan.
Menurut Ate, sekitar pukul 20.00, pihaknya baru menerima laporan tentang adanya warga yang hilang di kawasan Gunung Guntur. Bersama Tagana, BPBD, serta unsur lainnya, pihaknya langsung turun untuk ikut membantu upaya pencarian, tetapi hingga pukul 23.00 belum juga membuahkan hasil.
Akhirnya, sekitar pukul 23.10, petugas menerima informasi bahwa MR telah ditemukan oleh warga di kawasan Cipepe, yang lokasinya cukup jauh dan berada di kecamatan berbeda dari titik awal hilangnya korban.
Saat ditemukan, MR dalam kondisi linglung dan setengah bugil. Warga kemudian mengamankan MR sebelum berkoordinasi dengan aparat setempat. Selanjutnya, MR dijemput oleh pihak desa dan dibawa kembali ke rumahnya.
Namun hingga saat ini, masih belum bisa terungkap apa sebenarnya yang telah terjadi pada MR karena yang bersangkutan masih belum bisa diajak komunikasi dengan baik mengingat kondisinya yang seperti linglung.
“Kami belum bisa mengungkap apa yang telah terjadi pada MR karena dia belum bisa diajak komunikasi. Kondisinya masih seperti orang linglung padahal menurut pengakuan pihak keluarga, sebelumnya MR dalam kondisi normal,” tutur Ate.
Lebih lanjut disampaikan Ate, rencananya MR akan menjalani pemeriksaan medis untuk memastikan kesehatannya. Pihaknya pun sudah berkomunikasi dengan pihak Puskesmas setempat untuk rencana pemeriksaan kondisi MR.







