Pengumuman Film Animasi Baru dari Universal Pictures
Universal Pictures akan merilis film animasi terbaru mereka yang berjudul “Forgotten Island” pada bulan September 2026. Film ini menceritakan kisah persahabatan antara dua sahabat, Jo dan Raissa, yang terjebak di dunia fantasi penuh makhluk mitologi. Dengan mengangkat budaya Filipina dan teknik unik untuk meredakan panic attack lewat musik populer, film ini menawarkan pengalaman menonton yang berbeda.
Kehidupan Persahabatan yang Terancam
“Forgotten Island” adalah film animasi petualangan fantasi dari Amerika yang juga dibumbui dengan sedikit elemen komedi. Jo (diperankan oleh H.E.R.) dan Raissa (diperankan oleh Liza Soberano) merupakan sepasang sahabat yang lulus dari SMA yang sama. Mereka telah bersahabat sejak sekolah dasar dan kini harus berpisah demi melanjutkan mimpi masing-masing.
Ketika merayakan malam terakhir bersama-sama, Jo dan Raissa tak sengaja masuk ke dalam sebuah portal misterius yang membawa mereka ke pulau fantasi Nakaii. Pulau tersebut merupakan dunia yang dipenuhi oleh kumpulan makhluk mitologi yang menjadi bagian dari cerita tumbuh kembang keturunan Filipina.
Beberapa makhluk mitologi datang sebagai kawan, sementara yang lainnya datang sebagai lawan. Ketika terungkap bahwa cara untuk keluar dari dunia fantasi Nakaii adalah dengan melupakan kenangan persahabatan mereka, Jo dan Raissa berusaha kuat untuk pergi sebelum seluruh kenangan pertemanan berharga mereka terhapus.
Teknik Unik untuk Meredakan Panic Attack
Dalam trailer resmi yang dirilis pada 25 Maret 2026, dapat dilihat bahwa “Forgotten Island” mencantumkan teknik medis menarik yang bisa digunakan untuk meredakan serangan panik atau panic attack. Di bagian akhir trailer, Raissa terlihat panik karena waktu yang mengejar tanpa henti untuk menghabiskan kenangan persahabatannya dengan Jo.
Jo menggunakan penggalan reff lagu “Who Let the Dogs Out” sebagai media untuk menenangkan Raissa. Lirik yang muncul setelah bagian “who let the dogs out” dinyanyikan menyebabkan Raissa secara tidak langsung mengatur alur pernapasan yang terganggu akibat serangan panik. Setelah itu, ritme pernapasan Raissa menjadi lebih teratur dan tingkat kepanikan yang menyerangnya tak lagi mengganggu.
Penonton trailer pun mengakui kehebatan dan kejeniusan tim produksi dalam mengikutsertakan teknik unik tersebut ke dalam cerita sehingga menginspirasi para penggemar untuk mempraktikkannya di dunia nyata.
Representasi Budaya Filipina di Dunia Global
Film “Forgotten Island” mengambil latar belakang budaya Filipina sebagai cerita yang diangkat. Selain cerita rakyat atau folklor mengenai makhluk mitologi Filipina, DreamWorks Animation juga mengikutsertakan budaya anik-anik yang berkembang luas di Negeri Lumbung Padi Asia ini.
Anik-anik merujuk pada kebiasaan mengoleksi barang-barang kecil beragam yang tak terlalu mahal harganya, namun dapat mempercantik tampilan dan berharga nilainya. Budaya mengumpulkan barang-barang kecil ini berakar dari sejarah negara Filipina yang serba kekurangan setelah Perang Dunia II.
Menurut Lorenzo, gaya hidup maksimalis pun berkembang setelahnya dengan pola pikir bahwa dengan menyimpan banyak barang dapat menyelamatkan mereka dari krisis kehidupan yang mungkin saja terjadi di waktu yang akan datang. Lebih lanjut, melalui usaha menyimpan barang-barang tersebut, nilai yang terkandung di dalamnya pun menjadi berubah.
Dari yang semula hanya berwujud barang biasa tanpa nilai berarti, setelah disimpan dengan baik, barang tersebut menjadi media pengoleksi kenangan pribadi, nostalgia, serta rasa terhubung dan terikat satu sama lain apabila diberikan kepada orang terkasih.
Hal ini juga yang kemudian diupayakan untuk ditonjolkan dalam kisah Jo dan Raissa yang berlatar belakang sebagai keturunan Filipina. Gelang penuh dengan kumpulan gantungan mini yang menjadi simbol persahabatan mereka mencerminkan budaya anik-anik yang berkembang di Filipina.
Gelang yang selalu terpasang di masing-masing lengan Jo dan Raissa sejak awal persahabatan mereka terjalin mencerminkan rasa keterhubungan dan keterikatan yang keduanya lalui bersama dalam susah maupun senang.






