JABARMEDIA – Puncak perayaan Bogor Street Festival (BSF) Cap Go Meh (CGM) 2026 sukses digelar di Jalan Surya Kencana, Kota Bogor. Acara ini menjadi simbol persaudaraan dan toleransi yang kuat. Berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026, perayaan ini istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Meski hujan, semangat keberagaman masyarakat tetap berpijar terang.
Pernyataan Wali Kota dan Makna Ramadan
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan rasa syukurnya. Tradisi ini telah berlangsung selama 24 kali. Ia menegaskan, ini wujud nyata komitmen masyarakat Kota Bogor.
“Alhamdulillah, ini tradisi Kota Bogor yang sudah berlangsung 24 kali. Sebetulnya total 27 kali, tetapi tiga kali tertunda. Ini merupakan bentuk komitmen masyarakat Bogor, khususnya untuk menguatkan toleransi keberagaman dan mempererat tali silaturahmi antarumat beragama serta antarunsur masyarakat di Kota Bogor,” ujarnya.
Dedie Rachim berharap kegiatan positif ini terus terjaga. Ini penting untuk mengukuhkan identitas Bogor sebagai kota toleran dan saling menghormati.
“Nah, Ramadan kali ini adalah Ramadan pertama dari dua kali Ramadan ke depan. Artinya, CGM ini akan berlangsung tiga kali di bulan Ramadan,” ucapnya. Ia menambahkan, “Insyaallah, dua tahun ke depan pun akan berlangsung dalam suasana Ramadan dan Imlek atau Cap Go Meh yang bersamaan.”
Semangat Harmoni dan Dampak Sosial
BSF CGM telah masuk kalender event nasional. Kementerian Pariwisata mendukung langsung acara ini. Ketua Panitia BSF CGM 2026, Arifin Himawan, menyatakan perayaan tahun ini istimewa karena bertepatan dengan Ramadan.
“Luar biasa bagi kami, karena dalam satu event terdapat dua momen kegiatan, yaitu event kebudayaan dan event keagamaan. Tentunya ini kami angkat dengan tema Harmony in Diversity atau harmonis dalam keberagaman,” ucapnya.
Pada 1 Maret, pembukaan BSF CGM 2026 diisi buka puasa bersama 400 anak yatim. Ini sebuah aksi nyata kepedulian.
“Ini menjadi kebahagiaan bagi kami, karena merupakan bagian dari kepedulian kepada sesama. Pada tanggal 8 nanti juga akan ada PGD Peduli dengan buka puasa bersama 200 anak difabel. Ini saya kira luar biasa,” ungkapnya. Inisiatif ini menunjukkan sisi kepedulian sosial acara.
Dukungan UMKM dan Perputaran Ekonomi
Menurut Arifin, perayaan BSF CGM selalu menjadi agenda yang dinantikan masyarakat. Panitia juga selalu memikirkan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
“Yaitu harus bisa menghidupkan ekonomi kerakyatan. Kami mengkurasi lebih dari 300 UMKM dan memberikan fasilitas tenda, listrik, meja, serta kursi secara gratis kepada 200 UMKM di Surya Kencana,” jelasnya. Total sekitar 500 UMKM terlibat, termasuk yang berada di luar tenda.
Arifin Himawan juga berbagi data mengenai dampak ekonomi signifikan. Ia menyebutkan, pada hari sebelumnya, pendapatan UMKM mencapai lebih dari Rp700 juta. Dengan antusiasme masyarakat, Arifin berharap perputaran uang menembus lebih dari Rp1 miliar bagi pelaku UMKM pada puncak kegiatan ini. Ini kontribusi nyata festival.









