Simulasi Pengurangan Bau TPA Purwakarta dengan Drone

by -11 views
Simulasi Pengurangan Bau TPA Purwakarta dengan Drone

Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, melakukan simulasi untuk mengurangi bau sampah di area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikolotok pada Sabtu, 28 Februari 2026. Simulasi ini melibatkan penyemprotan Biosaka N Level 1, yaitu bahan baku pupuk organik cair yang mampu mempercepat proses fermentasi.

Sekretaris Daerah Purwakarta Sri Jaya Midan menjelaskan bahwa simulasi dilakukan untuk menguji efektivitas Biosaka N Level 1 dalam mengurangi bau tidak sedap dan meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar TPA. Dalam pelaksanaannya, cairan Biosaka N Level 1 disemprotkan secara merata ke area timbunan sampah menggunakan drone. Selain itu, beberapa pejabat juga melakukan penyemprotan manual.

Penggunaan Biosaka N Level 1 disebut sebagai langkah strategis dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan membantu menekan pencemaran udara akibat bau. “Kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman di wilayah Purwakarta,” ujar Midan.

Beberapa pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup Erlan Diansyah. Menurutnya, TPA Cikolotok kini hampir mencapai batas kapasitas maksimal dengan tingkat keterisian mendekati 90 persen. Produksi sampah di wilayah Purwakarta mencapai sekitar 400 ton per hari, namun hanya sekitar 150 hingga 200 ton per hari yang mampu diangkut ke TPA karena terkendala armada.

Baca Juga:  Persib Bidik Sergio Van Djik?

Pengenalan Biosaka N Level 1

Biosaka N Level 1 diperkenalkan oleh Muhammad Ansar dari Blitar, Jawa Tengah. Produk ini merupakan pengembangan dari Biosaka yang diklaim sebagai elisitor atau senyawa kimia organik yang dapat memicu respons fisiologi dan morfologi pada tanaman menjadi lebih baik.

Menurut informasi yang diperoleh, Biosaka N Level 1 adalah larutan yang dapat digunakan sebagai pupuk organik cair setelah dicampur dengan urine kambing atau sapi. Larutan ini disebut mampu mempercepat proses fermentasi yang biasanya memakan waktu hingga berbulan-bulan menjadi hanya dalam hitungan menit.

Proses pembuatan POC menggunakan N Level 1 dilakukan dengan mencampur satu liter N Level 1 encer dengan 3.000 liter urine, dan dalam waktu 2 menit, urine disebutkan sudah berubah menjadi pupuk organik cair yang siap digunakan. Aplikasinya, satu gelas pupuk organik cair itu dicampur lagi dengan 15 liter air, kemudian disemprotkan ke tanaman dan tanah menggunakan tangki sprayer.

Manfaat Utama Biosaka N Level 1

Menurut keterangan Ansar, salah satu manfaat utama dari Biosaka N Level 1 adalah kemampuannya mempercepat proses fermentasi. Bila dekomposer lain butuh waktu satu minggu hingga tiga bulan, larutan ini disebutkannya hanya butuh waktu dua menit. Hal ini membuat produk ini sangat efisien dalam penggunaannya.

Baca Juga:  Update Korban Longsor Sukabumi: 3 Orang Tewas, 4 Masih dalam Pencarian

Dengan kemampuan mempercepat proses fermentasi, Biosaka N Level 1 bisa menjadi solusi yang efektif dalam pengelolaan limbah dan peningkatan kualitas tanah. Selain itu, penggunaan bahan alami seperti urine ternak memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Simulasi yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Purwakarta menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dengan inovasi seperti Biosaka N Level 1, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan.