Tingkatkan Talent Digital, Kemnaker Kolaborasi dengan Shopee Gelar ToT Affiliate

by -2 views
Tingkatkan Talent Digital, Kemnaker Kolaborasi dengan Shopee Gelar ToT Affiliate

Kolaborasi Kemnaker dan Shopee Indonesia dalam Pengembangan SDM Digital

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Shopee Indonesia untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui peluncuran program Training of Trainers (ToT): Shopee Affiliate. Program ini dilaksanakan dengan bantuan instruktur yang tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tujuan utamanya adalah untuk menjawab tantangan kesenjangan keterampilan digital, khususnya dalam pemanfaatan platform e-commerce sebagai sumber peluang ekonomi.

Program ToT Shopee Affiliate fokus pada peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM di bidang ekonomi digital, terutama dalam pengembangan keterampilan pemasaran digital dan pemanfaatan skema affiliate marketing di ekosistem e-commerce. Sebanyak 100 peserta yang merupakan instruktur dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kemnaker dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti pelatihan ini. Mereka dibimbing oleh trainer dari Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee yang telah tersertifikasi oleh BNSP.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari pada 11–13 Februari 2026 dengan materi komprehensif terkait ekosistem affiliate marketing. Setelah mengikuti program ini, para instruktur diharapkan mampu mengimplementasikan pelatihan serupa di balai vokasi masing-masing dan menjangkau lebih banyak peserta di daerah.

Baca Juga:  Pantai Jayanti: Menikmati Suasana Pantai Selatan Dengan Pemandangan Samudera Hindia Yang Luas

Peluncuran Program di BBPVP Bekasi

Peluncuran program dilaksanakan di BBPVP Bekasi, Jawa Barat, dan dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, pada Rabu (11/2/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Herry Nugraha, serta anggota BNSP Adi Mahfudz Wuhadji.

Dalam sambutannya, Yassierli menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital. “Transformasi dunia kerja menuntut kita untuk terus beradaptasi. Program Training of Trainers Shopee Affiliate ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di era digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, para instruktur tidak hanya dibekali pemahaman teknis mengenai affiliate marketing, tetapi juga dipersiapkan menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Mereka diharapkan dapat menularkan keterampilan tersebut kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan pencari kerja, guna membuka peluang usaha dan sumber penghasilan baru.

Baca Juga:  Makan Konate Optimistis Persib Menang di Laos

Komitmen Jangka Panjang

Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira menyatakan bahwa melalui program ini Shopee tidak hanya berbagi praktik terbaik di ekosistem affiliate, tetapi juga mendukung peran balai vokasi sebagai pusat pengembangan talenta digital hingga ke daerah. “Melalui pelatihan ini, kami berharap para instruktur mampu menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pengetahuan affiliate marketing kepada masyarakat di berbagai daerah,” kata Radynal melalui keterangan resminya Sabtu (21/2/2026).

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee menargetkan melatih 500 pengajar hingga akhir 2026 di berbagai kota di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pelatihan vokasi berbasis keterampilan digital.

Sejak diluncurkan pada 2021, Kampus UMKM Shopee telah memberikan pendampingan dan edukasi kepada jutaan UMKM di Indonesia, menyelenggarakan lebih dari 350.000 jam pelatihan, serta didukung hampir 400 modul pembelajaran. Ke depan, Kemnaker dan Shopee berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pelatihan vokasi berbasis keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Baca Juga:  Bekasi Rela Tidak Dapat Adipura Asal Mendapat Hibah DKI Rp1 T?

Sinergi ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja Indonesia yang adaptif, berdaya saing, dan produktif dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital secara berkelanjutan.