Pengalaman Pemudik di Momen Lebaran 2026
Setiap pemudik memiliki pengalaman yang berbeda-beda selama libur Lebaran. Ada yang menghadapi kepadatan lalu lintas, ada pula yang berhasil menghindari kemacetan. Di wilayah Kota Bogor, arus mudik dan balik terlihat cukup padat, khususnya di Jalan Raya Tajur yang dilintasi kendaraan dari Bogor, Banten, dan Jakarta menuju Cianjur atau Sukabumi, serta sebaliknya.
Salah satu pemudik yang menggunakan sepeda motor asal Kota Bogor, Nugroho (35), menceritakan pengalamannya dalam perjalanan mudik dan balik dari Bogor ke Tasikmalaya pada momen Lebaran 2026. Untuk menghindari kepadatan di Jalan Raya Tajur, dia memilih jalur alternatif, namun tetap menghadapi antrean di Jalan Raya Puncak.
“Berangkat Minggu jam 9.20 WIB pagi. Lewat Sumarecon tembus Gununggeulis biar gak macet. Taunya tetep kena macet di Puncak, padahal udah sejalur (one way),” ujar Nugroho, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, titik-titik kemacetan terjadi di setiap persimpangan jalan masuk ke tempat wisata dan hotel. Meski begitu, Nugroho tetap sabar melaluinya hingga akhirnya bisa sampai ke Cianjur lalu mengarah ke Bandung.
Pagi itu, meskipun arus lalu lintas padat, kondisi masih mengalir karena aturan one way arah Puncak diberlakukan, dan arus dari arah Puncak atau Cianjur ke Jakarta disetop sementara.
“Sampe Bandung jam 13.00 WIB lewat, kirain bakal macet tahunya lancar. Malah macet di Cagak, jadi mobil ke arah Tasik semua dialihin ke Garut,” katanya.
Beruntung, kampung tujuan mudik Nugroho lebih dekat jika melalui wilayah Garut. “Kalau saya karena Tasiknya kabupaten, jadi emang deket lewat Garut. Tapi di Garut diputer-puter, jalan utamanya ditutup, jadi semua dialihin lewat jalur alternatif,” ujarnya.
“Bandung sampe Nagreg malah lancar, Pasteur sampe Nagreg lancar. Macet dari Cagak sampe Garut malahan, perbatasan kabupaten Garut-Tasik macet,” tambahnya.
Total waktu tempuh perjalanan mudik Nugroho, termasuk waktu istirahat, mencapai sekitar 12 jam. “Berangkat jam 09.00 pagi sampe jam 21.00 malem,” katanya.
Sementara untuk arus baliknya, menurut Nugroho, cenderung lebih lancar kecuali di kawasan Puncak Bogor. “Kalau kemaren pulangnya lancar, karena dari Tasik saya subuh jam 05.00 ngehindarin macet diputer-puter di Garut. Sampe Bandung lancar aman. Macet cuma di Puncak,” ungkapnya.
Tips Menghadapi Arus Mudik
Menghadapi arus mudik yang padat, beberapa tips dapat dijadikan panduan:
- Rencanakan perjalanan dengan matang: Pastikan Anda tahu rute tercepat dan alternatif jika terjadi kemacetan.
- Waktu berangkat awal: Berangkat lebih awal dapat membantu menghindari kepadatan lalu lintas.
- Periksa kondisi kendaraan: Pastikan kendaraan dalam kondisi baik untuk menghindari risiko kecelakaan.
- Bawa perlengkapan darurat: Siapkan barang-barang penting seperti makanan, air minum, dan alat pertolongan pertama.
- Ikuti petunjuk lalu lintas: Patuhi aturan lalu lintas dan ikuti petunjuk petugas jika terjadi kemacetan.
Dengan persiapan yang baik dan kesabaran, perjalanan mudik bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan meskipun menghadapi tantangan lalu lintas.







