
“Dengan demikian Bapak Haji Aceng Fikri resmi berhenti sebagai Bupati Garut periode 2009-2014,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Selanjutnya, kata Heryawan, jabatan sementara bupati akan diserahkan kepada wakilnya, Agus Hamdani,dengan status pelaksana tugas (Plt) Bupati.“Surat keputusan dari presiden melalui Mendgari ini sekaligus meminta DPRD Garut untuk melaksanakan rapat paripurna untuk mengesahkan pengusulan wakil bupati (Agus Hamdani) menjadi bupati definitif,”tuturnya.
Heryawan mengaku, percaya kepada semua pihak untuk menjaga kondusivitas di Kabupaten Garut. Apalagi acara penyerahan surat keputusan tersebut,menurut dia, disaksikan langsung oleh jajaran Muspida, seperti kepala Kejaksaan Negeri, Kapolres Garut, Pimpinan DPRD, Dandim, serta jajaran instansi lainnya. “Semua pihak hadir di sini guna menjaga komitmen agar tidak terjadi gangguan stabilitas keamanan yang berarti demi kelangsungan pembangunan di Kabupaten Garut,”tutur Heryawan.
Seusai penyerahan SK, Aceng Fikri menegaskan dirinya menerima keputusan presiden tersebut. Dia mengaku, tidak akan menolak atau menggugat balik keputusan tersebut.“Hari ini saya menerima keputusan Presiden RI.Tentunya saya bersikap bahwa saya akan kembali ke masyarakat untuk membangun tanah kelahiran saya sendiri.Karena dalam kapasitas apapun tidak ada alasan untuk tidak membangun masyarakat,”kata Aceng. Aceng menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Garut yang telah memberikan dukungan selama ini agar dirinya menerima segala keputusan.
“Saya dipercaya rakyat garut, tetapi kemudian semuanya menghendaki agar saya secara arif menerima keputusan ini. Biarlah saya saat ini kembali sebagai kapasitas Aceng Fikri dengan dukungan para sesepuh saya untuk kembali ke masyarakat,”kata Aceng. Secara mengejutkan,ketika Aceng keluar dari pintu gerbang utama Gedung Sate, sejumlah masyarakat yang menamakan dirinya Komunitas Pacantel menyambut Aceng. Mereka mengakumemberikanapresiasikepada Aceng yang telah lapang dada menerima keputusan untuk turun dari jabatannya sebagai bupati.
“Kami dari komunitas Pacantel memberikan apresiasi kepada Pak Aceng yangsecaralapangdadamundur dari jabatannya,” kata Man Jasad,perwakilan Pacantel. Pendukung Aceng juga sudah menanti di Jalan Bandung- Garut,Tugu Pertempuran Kubang, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut,kemarin. Aceng datang dikawal aparat kepolisian dan ajudannya. Ribuan massa,tak henti-hentinya meneriakkan dukungan untuk bupati yang baru saja diberhentikan dari jabatannya ini. Massa langsung menciumi dan menarik lengan Aceng setelah turun dari mobil dinasnya.
Jadi Orang Biasa
Aceng menegaskan,mulai Senin (25/2) kemarin, seluruh fasilitas sebagai bupati tidak lagi melekat pada dirinya. Sejak menerima kepres pemberhentian dari presiden melalui Gubernur Jabar di Gedung Sate kemarin, dia mulai menjadi orang biasa.“Saya sekarang sudah bukan bupati.Orang biasa saja. Kehilangan jabatan itu bukan menjadi masalah bagi saya,”kata Aceng di rumah pribadinya kemarin.
Setelah jadi orang biasa,dia berniat untuk menjadi petani dengan mengurusi sawah dan mengembangbiakan ikan. Selain itu, Aceng juga mengaku telah menanami pohon kayukayuan di kebun miliknya. “Saya sudah menanami pohon kayu-kayuan sebelum mencalonkan diri jadi bupati. Jadi, sekarang tinggal melanjutkan jadi orang biasa saja,”ucapnya.
Aceng berpesan kepada seluruh warga pendukung dan masyarakat Garut pada umumnya agar tidak bentrok dan meminta untuk bersama-sama membangun Kabupaten Garut. atep abdillah kurniawan/ fani ferdiansyah
Sumber + Foto : seputar-indonesia.com







