Nigeria tawari lahan 4 juta hektar untuk pabrik CPO Indonesia

by -
by

nigeria-tawari-lahan-4-juta-hektar-untuk-pabrik-cpo-indonesiaSebagai tindak lanjut rencana kerja sama perdagangan terbatas (PTA) antara Indonesia dan Nigeria, Kementerian Perdagangan mengaku ditawari lahan untuk produk perkebunan.

Pemerintah Nigeria menyiapkan lahan seluas 4 juta hektar yang dapat ditanami kepala sawit. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Gusmardi Bustami mengaku, pemerintah serius memikirkan tawaran Nigeria.

Salah satu pertimbangannya adalah tingginya konsumsi minyak goreng yang berbahan dasar sawit di negara itu.

“Demand (CPO) ke Nigeria cukup tinggi, karena makanan orang Afrika hampir semua digoreng, jadi kebutuhan minyak goreng sangat tinggi,” ujarnya di kantornya, Rabu (20/2).

Salah satu lobi Kemendag adalah kemudahan bea masuk untuk membuka pabrik pengolahan sawit di Nigeria. Gusmardi menyatakan, pemerintah negara kaya minyak di kawasan Barat Afrika itu pernah menawarkan skema pembebasan bea masuk bila pengusaha Indonesia bersedia membangun pabrik.

“(Nigeria) undang investor masuk selama pembangunan itu mereka boleh mengimpor dengan tarif khusus, sampai dia berproduksi,” paparnya.

Langkah ini sangat strategis mengingat pembangunan pabrik perkebunan seperti CPO butuh waktu lama. Bisa mencapai 10 tahun. Karena itu, opsi memakai lahan yang ditawarkan Nigeria akan dicantumkan dalam draf PTA antar kedua negara.

Baca Juga:  16 Makam di TPU Muara Benda Depok Roboh, Ini Kondisi Terkini

“Nanti yang follow up adalah Direktorat Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional,” kata Gusmardi.

Dari catatan Kemendag, Indonesia mengalami defisit dalam perdagangan dengan Nigeria. Tahun lalu mencapai USD 1,5 miliar. PTA kedua negara bisa menyeimbangkan neraca lantaran Nigeria menerapkan bea masuk produk impor sangat besar, termasuk untuk CPO mencapai 30 persen.

Sumber : merdeka.com

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.