
Bahkan jika diperlukan, pihaknya tak keberatan jika harus mengirimkan bantuan dua kali lipat dari jumlah yang diperlukan. “Tidak susah untuk bantuan, kami siapkan. Bahkan kalau mereka minta 10 ton, saya kasih 20 ton,” ujar Heryawan usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Jabar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, kemarin.
Dia mengatakan, banjir Bandung selatan tidak bisa dilepaskan dari faktor gejala alam. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan Sungai Citarum meluap. “Alasan rasionalnya terkait gejala alam. Curah hujan tinggi, debit air pasti tinggi,” ujar Heryawan. Namun begitu, pemerintah tidak tinggal diam.
Selamaini, normalisasi Sungai Citarum yang dibiayai pemerintah pusat terus dilakukan. Penghijauan di wilayah hulu sungai untuk menekan tingkat abrasi pun terus dilanjutkan. “Korban banjir saat ini masih bisa terselamatkan karena ada normalisasi sungai.Gak kebayang kalau tidak ada normalisasi,” ucapnya.
Sementara itu, enam hari menjelang ujian negara (UN) tingkat SMA/SMK, siswa korban banjir Kecamatan Baleendah merasa was-was. Persiapan untuk menghadapi UN menjadi tidak maksimal. Kondisi pengungsian yang kurang nyaman menjadi salah satu kendala.
Seperti Hendar, siswa kelas 3 SMK BPPI 1 Baleendah, yang mengaku merasa khawatir dengan UN yang akan dihadapinya. “Seluruh peralatan sekolah ikut terendam banjir.Pusing buku ikut terendam jadi gak bisa menghapal,” ucap Hendra. agung bakti sarasa/CR-1
Sumber : koran-sindo.com






