JABARMEDIA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di Megamendung pada Selasa (14/4). Dalam kesempatan tersebut, Sekda Ajat menyampaikan arahan penting dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Beliau menekankan perlunya keseriusan peserta dalam pembelajaran serta mendorong perubahan pola kerja ASN agar lebih inisiatif dan berorientasi pada kinerja. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas birokrasi daerah.
Sekda Ajat secara tegas menyatakan bahwa transformasi sistem karier sedang didorong oleh Bupati Bogor. Penilaian kinerja ASN tidak lagi didasarkan pada kedekatan, melainkan pada kinerja dan kompetensi yang dimiliki. “Tidak ada lagi istilah orang dekat. Semua diukur dari kinerja. Siapapun bisa maju selama memiliki kemampuan,” jelasnya, menyoroti pentingnya meritokrasi dalam sistem kepegawaian.
Menurut Ajat, ASN harus mampu menyesuaikan diri dengan ritme kerja pimpinan yang cepat. Ini mengingat jabatan politik memiliki waktu terbatas dalam merealisasikan program-program pembangunan. “Kalau tidak bisa mengikuti ritme, kita akan merasa terbebani. Padahal kuncinya adalah adaptasi,” ujarnya. Kesiapan beradaptasi menjadi krusial untuk mencapai target daerah secara efektif dan efisien.
Harapan Bupati Bogor kepada Peserta PKA
Dalam kesempatan yang sama, Ajat menyebut peserta PKA sebagai kelompok spesial dan pilihan langsung dari Bupati Bogor. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. “Ada harapan besar dari Bupati kepada tim ini. Maka kebanggaan itu harus diwujudkan dalam bentuk kinerja nyata,” ungkapnya. Ini menegaskan posisi strategis peserta dalam reformasi birokrasi daerah.
Lebih lanjut, Ajat menekankan perlunya perubahan pola pikir ASN, khususnya pejabat administrator. Mereka tidak boleh lagi hanya menunggu perintah atau disposisi dalam bekerja. “Jangan menunggu disposisi. ASN harus menjadi inisiator, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan,” katanya. Inisiatif proaktif diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik dan pencapaian tujuan pembangunan.
Ia mengingatkan bahwa PKA bukan sekadar kegiatan seremonial atau formalitas administratif semata. Sebaliknya, ini adalah bagian dari investasi besar pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Jangan anggap PKA ini hanya prasyarat. Ini menggunakan uang rakyat, sehingga ada harapan besar dari masyarakat kepada Bapak dan Ibu semua untuk memberikan kontribusi nyata,” pungkas Sekda Ajat Rochmat Jatnika. Harapan besar ini menuntut tanggung jawab dan dedikasi tinggi dari setiap peserta.







