
Di negara yang mayoritas penduduknya Muslim, tidak akan lagi ditemui orang makan atau minum sembarangan. Semua restoran berusaha menutup sebagian etalase atau ruang kacanya. Semua demi menghormati perintah agama Islam. Menahan lapar, haus, dan hawa nafsu sampai Magrib tiba.
Tak hanya suasana di jalanan. Orang-orang yang berpuasa pun terasa berubah. Lebih banyak berdiam diri di kantor atau rumah. Juga lebih berbondong-bondong memenuhi tempat beribadah. Rasanya malas mengeluarkan energi untuk hal yang tak terlalu penting.
Tapi bukan berarti Anda tak dapat menikmati kehidupan hanya karena dilarang makan dan minum sepanjang hari. Puasa tak lantas membuat Anda pantang beraktivitas ke luar kota. Termasuk Anda, para traveller.
Berikut beberapa tips yang dirangkum dari laman Travelbuck untuk Anda yang berlibur sambil berpuasa.
1. Bawa selalu jadwal imsakiyah
Jadwal imsakiyah penting untuk mengerti kapan waktunya Anda sahur dan berbuka. Biasanya, jadwal itu juga dilengkapi jam-jam yang menunjukkan waktu salat. Membawa jadwal imsakiyah saat bepergian tentu membantu Anda tetap fokus beribadah sambil menikmati tanah lain.
Untuk mengantisipasi adanya perbedaan waktu antar kota atau negara, sebaiknya Anda membawa jadwal Imsakiyah lokal. Caranya mudah, tinggal ambil di masjid-masjid besar yang Anda temui.
2. Jangan lupa sahur
Makan sahur sangat penting untuk orang yang berpuasa. Terutama jika Anda berpuasa sambil bepergian. Anda perlu mengisi perut dengan gizi cukup agar tetap berenergi selama menjelajah nanti.
Hotel-hotel biasanya menyediakan makanan sahur. Untuk menambah stamina, Anda bisa menambahkan susu sachet yang tentunya Anda bawa sendiri. Atau, jika ingin merasakan atmosfer Ramadan di kota tujuan, Anda bisa berbaur dengan masyarakat mencari makanan sahur di jalanan.
3. Bawa selalu perlengkapan salat
Anda tak ingin puasa sekadar menahan lapar dan haus saja bukan? Puasa tanpa beribadah, sama seperti sayur tanpa garam. Pahala Anda bisa berkurang. Untuk itu, bawalah selalu perlengkapan salat di tas. Usahakan yang terbuat dari bahan ringan agar tak memberatkan saat Anda harus berjalan-jalan.
4. Jaga sikap dan pakaian
Meski Anda bepergian ke negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim dan tak ada yang tahu Anda berpuasa, tetaplah menjaga sikap dan pakaian. Ini demi kepentingan puasa Anda sendiri. Tak ada salahnya Anda tetap beramal pada anak jalanan yang ditemui, misalnya.
Lebih bagus lagi jika Anda ikut tausiyah yang ada di masjid-masjid besar di tiap kota. Selain bisa berbaur dengan masyarakat lokal, masjid besar biasanya kental akan nilai historis dan bisa menambah kesan pada perjalanan Anda.
5. Bawa bekal untuk buka puasa
Anda para traveller tentu tak bisa merencanakan dengan pasti di mana Anda akan berbuka puasa. Belum tentu, saat Magrib tiba Anda sudah kembali tiba di hotel atau penginapan. Untuk itu, bawalah selalu perbekalan sederhana di tas Anda. Kurma atau roti manis dan air putih kiranya cukup.
6. Bagi traveller non-Muslim atau perempuan yang datang bulan
Jika Anda bepergian ke negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim tentu tak masalah. Makanan tersedia di mana-mana. Sebaliknya, agak susah ketika Anda travelling ke negara-negara Islam. Pasalnya, makanan, tempat hiburan, dan hotel-hotel murah biasanya terbatas.
Sebaiknya, Anda bertanya pada penduduk lokal soal tempat makan yang tetap buka selama bulan Ramadan. Tentu Anda juga harus menyesuaikan diri, tidak makan sembarangan di hadapan masyarakat setempat. (viva.co.id)






