Salah Tamu, Ucapan Salam Berbalas Tamparan

by -15 views

Sepenggal Kisah dari Kp. Babakan Girang (part 7)

hizbullahBagaimana bila salam diucapkan kepada sembarang orang, terlebih bila salam itu diucapkan kepada musuh?.

Alkisah, pada zaman pra-kemerdekaan di kampung Babakan Girang Desa Cinangneng Bogor, kalau akan datang tamu dari pasukan Hizbullah ke desa Cinangneng, maka masyarakat ikut menyambut rombongan atasan mereka.

Kebetulan tamu yang akan datang malam nanti atasan dari laskar Hizbullah Div. Bogor 4, KH. Sholeh Iskandar (di Bogor namanya diabadikan jalan KH Sholeh Iskandar).

“Malam nanti sediakan makanan yang banyak karenapak Soleh Iskandar akan datang”, seru mama H. Nali kepada keluarganya. Warga yang mengetahui akan kedatangan atasan pun ingin ikut terlibat gembira menyambut tamu.

Sementara itu, seorang VC (istilah untuk mata-mata) mengabarkan bahwa pasukan koalisi NICA (Netherlands-Indies Civil Administration – Pemerintahan Sipil Hindia Belanda) akan datang untuk menangkap mama H. Nali.

Pasukan Hizbullah yang dikomandani H. Nali di Kp Babakan Girang itu menyelinap.

Ternyata, salah seseorang warga tidak tahu informasi mengenai kedatangan NICA yang tak diundang itu.

Malam itu, dengan rasa gembira salah seorang warga Kp. Babakan Girang yang tak tau informasi tersebut tersebut langsung menyapa tamu yang diduga pak Soleh Iskandar dengan pasukannya.

Assalamau’alaikum pak!, tegas seorang warga menyapa tamu sambil tangan memberi hormat dengan tegap.

Tak ayal lagi pasukan NICA langsung menampar dan menendang tubuh orang itu dengan keras sampai terjatuh.

Penulis

Najmudin Ansorullah SHI., S.Pd.I