Kapan Malam Lailatul Qadar Tahun 2024? Berikut Penjelasannya

by -254 views
by
Kapan Malam Lailatul Qadar Tahun 2024? Berikut Penjelasannya

JABARMEDIA.COM – Malam lailatul qadar merupakan malam yang istimewa yang diberikan Allah dengan penuh keistimewaan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Ini adalah sebagai tanggapan atas keluhan Nabi SAW mengenai umur umatnya yang singkat setelah mendengar kisah seorang pejuang Bani Israil (Nabi Sam’un Ghazi) yang berjuang di jalan Allah selama 1000 bulan. Oleh karena itu, Nabi meyakini bahwa amal ibadahnya dan umatnya sedikit.

Apa itu Malam Lailatul Qadar?

Allah memberikan respons terhadap keluhan tersebut dengan memberikan malam lailatul qadar yang sangat istimewa. Karena, ibadah yang dilakukan pada malam lailatul qadar mendapat pahala ibadah seseorang setara dengan pahala ibadah seribu bulan. Penjelasan ini terdapat dalam kitab Ianatut Thalibin al-Syarhi Fathul Mu’ien, Jilid II, Halaman 257.

فَأَنْزَلَ الله جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَام بِهذِهِ السُّوْرَة (القَدْرِ) وَقَالَ يَامُحَمَّد أَعْطَيْتَكَ وَأُمَّتكَ لَيْلَةَ القَدْرِ العِبَادَة فِيْهَا أَفْضَل مِنْ عِبَادَة سَبْعِيْنَ أَلْف شَهْر

Artinya: Allah menyuruh Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW dan menurunkan Surat Al-Qadr. “Hai Muhammad, Allah memberi Lailatul Qadar kepadamu dan umatmu. Ibadah pada malam itu lebih utama daripada ibadah 1000 bulan.”

Lailatul Qadar memiliki nilai ibadah selama 1000 bulan (83 tahun plus 4 bulan). Jika seseorang dapat mencapai malam yang mulia ini setiap tahunnya, meskipun usianya 60 sampai 70 tahun, itu sama dengan hidup selama ratusan bahkan ribuan tahun yang penuh dengan ibadah.

Pada malam Lailatul Qadar, Al-Qur’an diturunkan dari Lauh al-Mahfudz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia, seperti yang dinyatakan dalam surat Al-Qadr.

Baca Juga:  Santai dan Menikmati Keindahan Pantai Sambolo 2 Anyer Banten

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Apakah ada tanda-tanda malam Lailatul Qadar? Diceritakan bahwa para sahabat Nabi SAW ingin mengetahui tanda-tanda malam 1000 bulan ini. Oleh karena itu, mereka bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengenai tanda-tanda yang dapat dilihat secara alami.

قد سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن علامات ليلة القدر، فقال هي ليلة بلجة أي مشرقة نيرة لا حارة ولا بارة ولا سحاب فيها ولا مطر ولا ريح ولا يرمي فيها بنجم ولا تطلع الشمس صبيحتها مشعشة. (رواه مسلم)

Artinya: Rasulullah pernah ditanya tentang tanda-tanda Lailatul Qadar, maka beliau bersabda: “Yaitu malam yang terang dan bercahaya, udaranya tidak panas dan tidak dingin, tidak ada mendung tidak ada hujan, tidak ada gerak angin dan tidak ada bintang yang dilempar. Paginya matahari terbit dengan terang tapi tidak terlalu memancar.

10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Hingga saat ini, ulama belum memberikan kepastian mengenai waktu Lailatul Qadar setiap tahunnya. Mereka hanya menentukannya berdasarkan pengalaman pribadi masing-masing. Seperti yang dialami oleh al-Bujairimi, Imam Ghazali, Imam al-Kurdi, dan Imam Abu al-Hasan. Bahkan Imam Syafi’i berdasarkan hadits Nabi SAW menyatakan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

تَحرَّوْا لَيْلَةَ القَدْر فِي الوِتْرِ مِنَ العِشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ (رواه البخاري)

Artinya: Carilah Lailatul Qadar pada tanggal ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Awal Dimulai Puasa Hari Pertama

Tidak seperti pandangan Imam Al-Ghazali yang mengemukakan prediksi terjadinya malam Lailatul Qadar berdasarkan awal dimulainya puasa pada hari pertama setiap tahunnya.

Baca Juga:  Grand Launching Bazar Ramadhan Teras Tenjolaya Dihadiri Pejabat dan Anggota DPRD

قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر، فإن كان أوله يوم الاحد أو يوم الأربعاء: فهي ليلة تسع وعشرين، أو يوم الاثنين: فهي ليلة إحدى وعشرين، أو يوم الثلاثاء أو الجمعة: فهي ليلة سبع وعشرين، أو الخميس: فهي ليلة خمس وعشرين، أو يوم السبت: فهي ليلة ثلاث وعشرين. (إعانة الطالبين، ج ٢، ص ٢٥٧)

Artinya: Telah berkata Imam Ghazali dan ulama selainnya bahwa Lailatul Qadar diketahui melalui hari awal dari bulan (Ramadhan). Jika awal puasa hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 29. Jika awal puasa hari Senin, maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 21. Apabila awal puasa hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 27. Jika awal puasa hari Kamis, maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 25. Jika awal puasa hari Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 23.

Amalan pada Malam Lailatul Qadar

Apakah ada amalan yang harus dilakukan oleh umat Nabi SAW pada Malam Lailatul Qadar? Seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, sahabat, tabi’ien, dan ulama, mereka melaksanakan amalan-amalan pada hari terakhir bulan Ramadhan.

1. Rajin beribadah dan beramal baik, sebagaimana dalam hadits Nabi SAW.

انَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم، يَجْتَهِدُ في رَمَضَان مَا لَا يَجْتَهِدُ في غَيْرِه، وَفي العَشْرِ الأُوَاخِرِ مِنْهُ مَا لا يَجْتَهِدُ في غَيْرِه (رواه مسلم)

Baca Juga:  Kiara Artha Park: Menikmati Pertunjukan Air Mancur Menari Dan Berfoto Di Kampung Korea Di Jantung Bandung

Artinya: Rasulullah SAW sangat giat beribadah di bulan Ramadhan melebihi ibadahnya di bulan yang lain, dan pada sepuluh malam terakhirnya beliau lebih giat lagi melebihi hari lainnya.

2. I’tikaf

عن ابن عمر رضي الله عنه، كان رسول الله صلى الله عليه وسلم، يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِر مِنْ رَمَضَان. (متفق غليه)

Artinya: Dari Ibn Umar ra, Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

3. Banyak bersedekah

كَانَ رسول الله صلى الله عليه وسلم، أَجوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجودُ مَايَكُونُ فِي رَمَضَان حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْل. (متفق عليه)

Artinya: Rasulullah SAW adalah orang yang sangat dermawan kepada siapapun, dan pada bulan Ramadhan beliau lebih dermawan lagi saat Jibril menemui beliau.

4. Banyak berdoa

قَالَت يَا رسول الله أَرَأَيْتُ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيَلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُوْلُ فِيْهَا قَالَ، قُولِي اللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ (رواه الترمذي)

Artinya: Aisyah ra berkata, “Wahai Rasulullah, seandainya aku bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, doa apa yang aku katakan?” Beliau berkata, “Katakan: Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkan aku.”

Dengan demikian, kita seharusnya melaksanakan amalan yang biasa dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ini, terutama pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

(Ikabari/Damar Alfian)

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.