7 Anime Terbaik untuk Mengisi waktu Puasa: Nikmati sampai Lupa akan Waktumu!

by -142 views
by
7 Anime Terbaik untuk Mengisi waktu Puasa: Nikmati sampai Lupa akan Waktumu!

Ujiannya puasa tidak hanya dihadapi dengan menahan lapar, tetapi juga mengalahkan perasaan jenuh yang dapat membuat waktu seolah bergerak sangat lambat seperti siput. Namun jangan khawatir—anime mampu menjadi senjata hebat untuk membantumu melawan rasa bosan tersebut! Mulai dari kisah desa yang damai hingga komedi gila yang membangkitkan tawa, daftar rekomendasi anime ini akan menjadikanmu lupa waktu saat berselancar selama bulan puasa layaknya sedang mencoba menyaksikan episod akhir drama Korea. Persiapkan sajian takjilmu, duduki posisi nyamanmu, dan siap-siap merasakan candanya!

“Barakatomu”: Si Muda Pedesaan Lawan Sang Ahli Calligraphy yang Sedih, Pasti Ngakak sampai Perut Terasa Sakit!

Bayangkan saja: Seishū Handa, seniman muda dengan bakat luar biasa asal Tokyo, harus pindah secara mendadak ke sebuah pulau terpencil usai mengalami depresi karena pekerjaannya dihina dan disebut sebagai sesuatu yang ‘biasa’. Disitu ia bertemu dengan Naru–seorang anak laki-laki berumur tujuh tahun yang memiliki semangat seperti sepuluh ekor kucing–serta penduduk lokal yang tidak ragu-ragu untuk berkata apa adanya. Adegan dimana Naru datang tanpa permisi ke kediaman Handa seraya berseru “Sensei!”, kemudian merusak guci langka miliknya membuat orang tertawa namun juga marah sekaligus.

Namun, animasi ini tak hanya berfokus pada hal-hal lucu. Secara perlahan, Handa mempelajari bahwa sempurna tidak selalu menjadi tujuan utama. Mulai dari nelayan yang mengajarkannya cara memotong ikan hingga seorang nenek yang ribut namun memiliki hati baik, tiap tokoh memberikan pelajaran tentang makna kebahagiaan dalam hidup. Sebagai contoh, saat Handa akhirnya dapat tergelak riang melihat para anak di desa menulisi tembok rumah mereka dengan coretan bebas. Sangat cocok bagi Anda yang ingin mencari kedamaian sambil menanti waktunya makan—terlebih jika membayangkan: “Aku saja masih bisa tertawa, bagaimana aku tidak kuat lapar dalam dua jam mendatang?”

Apa yang membuatnya ketagihan: Tiap episodenya seperti kehidupan sehari-hari dengan tambahan bumbu humor. Tidak ada konflik berat, tetapi pesannya sangat dalam. Apalagi dengan Karakter Naru yang benar-benar bisa mengangkat mood—kamu dijamin akan tersenyum setiap kali ia tampil.

2. “Yuru Camp”: Menikmati Adegan Memasak Sambil Membuat Ingin Bergabung—Namun Tetap Malas Beranjak!

Pernah membayangkan bagaimana rasanya bernyanyi di pegunungan sambil mendengar bunyi kepik? Jika belum, anime ini akan memberikan deskripsi yang pas. Rin, seorang gadis pendiam yang gemar berkemah sendirian, serta Nadeshiko, sosok berenergi tinggi yang baru saja jatuh hati pada alam, sedang melakukan perjalanan menuju tempat perkemahan dengan hanya membawa perlengkapan dasar. Mereka memasak mie instant menggunakan kaleng, tertidur dalam tenda kecil mereka, dan menikmati panorama alam yang membuat mata segarkan.

Mengapa ini istimewa? Ada nuansa santai seperti lagu jazz yang pelan tetapi tidak membuat mengantuk. Pemandangannya menampilkan danau dengan udaranya segar, langit malam berbintang, ditambah bunyi api unggun yang gemerincing… Jika Anda menyaksikannya, pasti akan merasakan seolah baru saja pulang dari perjalanan singkat tanpa biaya atau keringat. Sangat cocok untuk melewati waktu tunggu selama bulan Ramadhan sambil membayangkan, “Nanti setelah puasa usai, ingin mendirikan tenda!”

Baca Juga:  Nama Bayi Keren Dan Trendi Yang Akan Membuatmu Tersenyum: Inspirasi Untuk Sang Buah Hati

Bonus: Anime ini pun mengajarkan tip-tip praktis tentang berkemah — mulai dari cara menggunakan kompor portabel hingga memilih jaket tahan dingin. Bisa jadi setelah bulan Ramadhan, Anda akan ingin mencoba bermain kemah sungguhan!

3. “Tanaka-kun Selalu Malas”: Sang Pangeran malas yang Akan Buatmu Berkata “Itu Saya Secara Persis!”

Tanaka adalah seorang legenda hidup. Filosofinya dalam menjalani hidupnya ialah: “Tidak ada upaya adalah usaha terbaik”. Setiap harinya, ia mencoba untuk melaksanakan semua pekerjaannya dengan sedikit usaha—misalkun tidur di kelas, meminta bantuan teman untuk dibawa ke kantin, dan sampai curang saat menyelesaikan tugas hanya demi menghemati energi. Namun, takdirnya sering kali tidak baik; dia menjadi korban lelucon dari teman-temannya yang sangat aktif tersebut. Sebagai contoh, pada satu kesempatan dia dimintai untuk menjadi model fotografi tim olahraganya, atau pernah juga dipaksa untuk turut serta dalam perlombaan makana kerupuk.

Menariknya, Tanaka selalu berhasil melewati setiap kesulitan dengan sikap acuh tak acuh seperti “biarkan saja, asalkan saya merasa nyaman.” Menonton anime ini seolah melihat diriku saat berpuasa: malas untuk bergerak, hanya ingin terus tertidur, namun masih perlu bertahan hingga waktu berbuka tiba. Karakter Ohta, sahabat baik dan murah hati yang bersedia menggendong Tanaka layaknya karung padi, sangat membuat kagum. Adegan di mana Ohta membawa Tanaka kemana pun meski orang tersebut sedang tidur lelap menjadi momen menonjol dalam cerita!

Hal menarik dari cerita ini adalah meskipun Tanaka kelihatan acuh, ia memiliki pandangan hidup yang membuatmu berpikir, “Wah, benarkah begitu…” Contohnya, ia berkata, “Mengapa harus repot-repot jika kita bisa bersantai?” — prinsip yang barangkali pas untuk menghabiskan waktu saat puasa.

4. “Silver Spoon”: Si Pemilik Kota Menjadi Seorang Petani, Otomatis Sadar akan Harga Selada Idul Fitri!

Bagaimana perasaannya menjadi seorang anak kota yang secara mendadak bersekolah di desa? Coba tanyakan kepada Yuugo Hachiken tentang pengalamannya. Seorang siswa SMA ini melarikan diri dari tekanan keluarganya dengan mendaftar di sebuah sekolah peternakan—tapi ternyata ia menemukan dunia baru yang membuatnya terkejut sampai-sampai hampir pingsan. Mulai dari belajar memotong leher ayam, membersihkan kotoran sapi, hingga panen kentang, semua cerita tersebut disampaikan dengan detil namun tidak mengganggu.

Apa yang menjadikan anime ini istimewa adalah alurnya yang sangat dapat disambut dengan baik oleh penonton. Sebagai contoh, saat Yūgo meneteskan air mata karena tidak sanggup bertahan dengan aroma pabrik pupuk dan ketika ia menyadarinya bahwa butiran nasi tersebut merupakan hasil jerih payah para petani. Adegan di mana ia belajar memasak mulai dari bahan mentah hingga menjadi sajian lezat membuat Anda akan lebih menghargai mangkok nasi panas pada saat berbuka puasa.

Baca Juga:  Heboh Soal Pajak Judi Online, Menkominfo: Itu Cuma Ide-ide Saja

Jangan keliru — ada pula saat-saat lucu seperti ketika Yuugo mencoba mengendarai traktor dan terjebak dalam lumpur. Atau ketika ia takut melihat seekor babi hamil, padahal itu hanya karena si babi sedang kenyang. Anime ini merupakan perpaduan ideal antara komedi dan pembelajaran kehidupan. Pas banget untuk orang-orang yang ingin tertawa sekaligus mempelajari sesuatu yang baru!

5. “Tempat yang Lebih Jauh dari Tata Surya”: 4 Gadis Berani Pergi ke Antarktika, Petualangan Mereka Sangat Menyeramkan!

Ingin menonton anime yang membuat Anda bersemangat dalam menjalani hari? Coba deh! Cerita ini mengisahkan tentang empat gadis muda yang nekad untuk turut serta pada ekspedisi menuju Antartika—iya, benar-benar ke Kutub Selatan! Shirase ingin bertemu dengan ibunya yang hilang di daerah tersebut, Mari mencari identitas dirinya sendiri, Hinata hanya penasaran ingin melihat penguin secara langsung, sedangkan Yuzuki sekadar ingin memiliki sahabat baru.

Mereka memiliki petualangan yang tidak kalah menarik dibandingkan film-film Hollywood. Misalnya saja ketika mereka perlu mengumpulkan uang untuk membeli tiket kapal dengan bekerja paruh waktu sebagai pembersih toilet. Atau saat mereka berkeliaran di seantero kota hanya mencari tempat dengan sinyal Wi-Fi agar bisa menelepon keluarga. Adegan mereka berdiri tegap di tengah-tengah gletser Antartika sembari berteriak membuat bulu kuduk meremang—sekalian juga mengingatkan kita bahwa batas-batas hanyalah khayalan belaka dalam benak manusia.

Membuat ketagihan: Kimia antara keempat gadis tersebut sangat pas! Mulai dari perselisihan kecil hingga saat-saat berbagi dukungan, semuanya tampak alami. Pas untuk mengisi waktu menunggu buka puasa sambil bertanya pada diri sendiri, “Jika mereka mampu pergi ke Antarktika, kenapa aku tidak dapat bertahan satu jam lagi tanpa makan?”

6. “Non Non Biyori”: Gaya Hidup di Pedesaan yang Membuatmu Ingin Rela Pindah ke Daerah!

Jika Anda merasa letih dengan keriuhan kota, anime ini seperti obat penenang. Ceritanya mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari anak-anak di sebuah desa terpencil—bermain di sungai, memanjat pohon mangga, atau menyelenggarakan acara sekolah yang sederhana. Karakter Renge, seorang bocah berwajah datar dengan aksen unik, menjadi sumber komedi tersendiri. Tiap kali ia berkata “Nyanpasu!” seraya memberi salam layaknya makhluk luar angkasa, pasti akan membuat Anda tertawa.

Namun, jangan salah mengartikan bahwa anime ini hanya lucu. Nuansa kehidupan tenang di desanya membuat suasana menjadi lebih menyejukkan. Adegan mereka menyaksikan pertunjukan kembang api bersama-sama di atas bukit, ataupun berbincang dengan santainya di bawah pohon sakura, seolah-olah seperti sesi terapi tanpa biaya sama sekali. Sangat cocok untuk Anda yang ingin melepaskan diri dari tekanan pekerjaan maupun tuntutan studi.

Baca Juga:  Wisata Kuliner Setelah Terbang: 10 Tempat Favorit di Sekitar Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya

Bonus: Latar belakang pedesaan tersebut sangat layak untuk menjadi wallpaper! Sawah hijau, langit biru, serta jalanan tanah yang sunyi—semua ini membuatmu ingin pindah ke desa.

7. “Spy Family”: Keluarga Tiruan tapi Kehebohannya Luar Biasa!

Bayangkan: ayahmu adalah seorang agen rahasia, ibumu merupakan pembunuh bayaran berbakat, dan kau memiliki kemampuan untuk membaca pikiran seseorang. Selamat datang di kehidupan Anya Forger! Serial anime ini menggabungkan dengan apik unsur komedi, petualangan, serta situasi rumah tangga yang tidak terduga. Tiap episodenya dipenuhi oleh keributan: Loid (ayahnya), menyamar sebagai guru dalam rangka mencari objek misinya; Yor (ibuanya), kesulitan menyelesaikan hidangan masakannya; sedangkan Anya sering kali membuat keonaran akibat bakat uniknya tersebut.

Misalkan saat Anya mencopas jawaban ujiannya dengan menggunakan kekuatan membaca pikiran, eh justru mendapat skor 30. Atau ketika Yor mencoba memasak namun malah membuat dapurnya meletus. Keonaran tersebutlah yang menjadikannya menarik—terutama ekspresi Anya yang selalu sangat dramatis setiap kali ia menyimak pemikiran seseorang. Sangat cocok untuk mengisi waktu luang bagi mereka yang ingin hiburan cepat dan ringan tanpa harus banyak berpikir.

Hal yang membuat kisah ini menarik adalah walaupun ceritanya berbau fiktif, interaksi antara anggota keluarga tersebut sangat hangat dan menyentuh hati. Seperti saat Loid bersedia melindungi Anya bahkan hingga harus menghalangi tugasnya sendiri. Sama halnya dengan Yor yang terus belajar menjadi seorang ibu yang baik bagi Anya. Sangat cocok untuk orang-orang yang mencari keceriaan namun tetap mendapatkan pesan emosi dalam prosesnya.

Tip Menghindari Kegagalan Saat Berbuka Puasa versi Otaku

Hindari Genrenya Masak: Cuma buat bikin lapar kalau nonton Food Wars! atau Toriko. Percayalah, melihat karakter anime makannya ramen waktu sedang berpuasa itu seperti hukuman neraka yang menyiksa!

Pentingnya Timer: Hanya tonton 1-2 episodenya saja. Jangan sampai keasikkan membuat kamu melupakan ibadah tarawih!

Penutup: Puasa Berjalan Lancar, Hati Senang!

Mulai dari kisah desa yang tenang hingga perjalanan seru ke Antartika, setiap anime tersebut diciptakan untuk membuat masa tunggu puasa semakin beragam. Namun ingat, harus tetap menjaga keseimbangan dengan shalat dan tidur juga! Bisa jadi nanti pas usai bulan Ramadhan, Anda akan mendapatkan animasi kesukaan baru yang membuat lebih nyaman tinggal di rumah.

Selamat menyaksikan, mudah-mudahan ibadah puasa Anda menjadi lebih bermakna!

(Jika Anda memiliki saran anime lainnya, silakan tinggalkan komentar — nantinya kita akan membahasnya!)

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.