Jangan Terlalu Menjadi Penyenang: Dampak Negatif, Tips Mengatasinya, dan Keuntungan Mengucapkan “Tidak”

by -114 views
by
Jangan Terlalu Menjadi Penyenang: Dampak Negatif, Tips Mengatasinya, dan Keuntungan Mengucapkan “Tidak”



Menjadi seseorang yang ingin selalu menyenangkan orang lain tentu positif, namun bila terlampaui batasnya justru akan membawa kerugian bagi diri sendiri. Sebagian besar individu belum sadar bahwa bersikap sebagai seorang pengejar kepuasan oranglain secara berlebihan dapat melemahkan tenaga, menciptakan tekanan, dan malahan mencegah pertumbuhan pribadi mereka.

Oleh karena itu, perlu untuk memahami apa arti orang yang selalu ingin menyenangkan semua orang, pengaruh buruknya, serta cara menanganinya supaya dapat mencapai keseimbangan dalam hidup.

Apa Itu People Pleaser?

Seorang people pleaser merupakan individu yang terus-menerus mencoba memuaskan orang lain, sampai-sampai tanpa memikirkan kenyamanannya sendiri, waktunya, serta keperluannya. Mereka cenderung merasa gelisah ketika harus menolak permintaan dari pihak lain, khawatir akan disebut sebagai diri yang egois atau acuh tak acuh.

Walaupun mempunyai sifat positif serta peduli terhadap oranglain sangat dihargai, namun menjadi orang yang ingin selalu disenangi dengan cara berlebihan dapat membahayakan. Tak sadar, individu tersebut mungkin akan kehilangan kontrol atas hidupnya sendiri dan cenderung mengandalkan pengakuan dari luar secara konstan.

Efek Buruk Over-Orang-Penyenang

Menjadi seorang people pleaser yang berlebihan tak cuma soal biasanya ingin membuat orang lain senang, tapi juga bisa membawa dampak buruk yang cukup serius bagi kualitas hidup seseorang. Kebiasaan tersebut mampu meredam tenaga vital, menahan pertumbuhan pribadi, hingga menciptakan pengaruh pada kondisi psikis dan emosi secara umum.

Apabila dibiarkan begitu saja, individu yang senantiasa mencoba untuk memenuhi ekspektasi orang lain tanpa memikirkan keperluan diri sendiri bisa menemui sejumlah konsekuensi merugikan, termasuk peningkatan tekanan hidup, rasa kurang bernilai, bahkan sampai hilangnya kontrol atas jalan hidup mereka. Di bawah ini merupakan beberapa efek samping negatif yang mungkin dialami karena perilaku menjadi orang yang terlalu ingin menyenangkan hati orang lain:

Baca Juga:  Warga Cikadu Tagih Janji Gubernur Jabar

1.Stres dan kelelahan mental

Jika seseorang terlampau kerap mengejar kebaikan oranglain tanpa mempertimbangkan batas-batas pribadi mereka, hal tersebut mungkin akan mencetuskan tekanan jangka panjang serta lelah psikis. Menghidupkan beban untuk senantiasa membahagiakan orang lain bisa menjadikan individu itu merasa tertekan secara emosi, khususnya bila mereka secara konstan mengabaikan waktunya, tenaganya, dan kebutuhan dasarnya sendiri.

2.Rendahnya rasa percaya diri

Apabila seseorang sangat menumpukkan harapan pada pengakuan dari pihak luar, maka dia akan lebih sering mencurigai keterampilan serta ketentuan yang dibuat oleh diri mereka sendiri. Kekurangan mampu bertindak mandiri saat menyusun keputusan bisa membawa perasaan kurang memadai atau minim nilai tanpa adanya persetujuan dari sekitar. Sehingga hal ini dapat menjadikan individu tersebut bimbang, khawatir menghadapi kegagalan, dan kesulitan tumbuh di segala aspek personal ataupun pekerjaan.

3.Kesulitan berkata “tidak”

Perasaan khawatir untuk menyakitkan perasaan orang lain kerap kali menjadikan seseorang enggan mengatakan “tidak”, walaupun permintaan tersebut berlawanan dengan kemauan pribadi mereka. Sehingga, mereka lebih condong pada penyetujuan terhadap pekerjaan ataupun kewajiban yang sebenarnya kurang diminati dan bisa jadi akan memberatkan beban baik fisik maupun psikologis bagi dirinya.

Baca Juga:  Polsek Ciampea Bersama Pemdes Bojong Jengkol Gelar "Gerai Vaksin Presisi" Di Suntik Vaksin Sinovac

4.Kurangnya batasan diri

Tanpa adanya pedoman yang pasti, individu tersebut rentan menjadi mangsa bagi pihak lain yang kemungkinan besar akan memandang kesopanan mereka sebagai celah untuk diperdaya. Sebagai hasilnya, mereka kerap kali harus menanggung beban dari tuntutan-tuntutan tanpa henti, meskipun hal itu sebenarnya dapat di tolak. Kekurangan aturan ini pun menyebabkan seseorang kehilangan otonomi waktu dirinya sendiri, mengabaikan keperluan personal, dan pada gilirannya merasa benar-benar dilemahkan dan lelah.

5.Ketidakseimbangan dalam hubungan

Orang-orang penurut sering kali jatuh ke dalam ikatan relasi yang kurang sehat lantaran cenderung menumpukan perhatian kepada kenyamanan pihak lain daripada memenuhi keperluan pribadi mereka sendiri. Hal tersebut bisa membentuk situasi tak proporsional dimana mereka selalu berkorban tapi jarang mendapatkan balasan sesuai harapan. Sebagai akibatnya, orang-orang penurut kerapkali menghadapi rasa dilema serta terkurung dalam pertalian yang malah menyengsarakan diri mereka.

Bagaimana Menangani Kebiasaan Jadi Orang yang Terlalu Mau Disukai

Apabila Anda menemui diri sendiri memiliki kebiasaan tersebut, berikut adalah beberapa metode yang dapat dicoba untuk memperbaikinya:

1.Kenali dan Terima Gaya Hidup Ini

Pertama-tama, sadarilah jika kebiasaan menjadi people pleaser telah melampaui batas yang seharusnya. Usahakan untuk menganalisis diri sendiri dan tuliskan kondisi di mana Anda cenderung mengutamakan kebahagiaan oranglain atas milik Anda sendiri.

2.Mempelajari Cara Mengucapkan “Tidak” Secara Tajam

Menjawab “tidak” tidak berarti kamu serakah. Malahan, itu merupakan suatu cara untuk mencintai dirimu sendiri. Dimulai dari penolakan yang dilakukan secara halus tapi tetap tegas. Berikut contohnya:

Baca Juga:  Jalur Alternatif Puncak Mulai Diperbaiki

Saya minta maaf, namun saat ini saya tak dapat membantumu karena terdapat tugas lainnya yang perlu saya rampungkan lebih dulu.

3.Tetapkan Batasan yang Sehat

Membatasi batas merupakan metode yang tepat sasaran dalam melindungi kepentingan pribadi. Tidak perlu secara otomatis menyetujui permintaan orang lain bila hal tersebut berdampak negatif pada diri sendiri.

4.Prioritaskan Diri Sendiri

Harap diperhatikan bahwa mengutamakan diri sendiri bukan bermakna Anda menjadi takpedulian pada orang lain. Malah sebaliknya, saat Anda senang dan punya tenaga yang mencukupi, Anda akan mampu mendukung oranglain secara efektif tanpa perasaan tertekan.

5.Latih Kepercayaan Diri

Raih keyakinan diri dengan memahami kualitas dan bakat Anda. Tidak usah khawatir bila terdapat individu yang kurang setuju dengan perkembangan ini, sebab hal tersebut merupakan elemen penting dalam proses pembelajaran personal.

Keuntungan Mengurangi Perilaku Menjadi Orang yang Terlalu Mau Memuaskan Semua orang

Saat Anda berhasil mengurangi kebiasaan tersebut, sejumlah keuntungan dapat dirasakan, antara lain:

  • Kehidupan menjadi lebih damai tanpa adanya beban harapan oranglain.

  • Menambah keyakinan diri saat membuat pilihan.

  • Lebih berfokus pada sasaran individu tanpa tersibak oleh tuntutan tak penting.

  • Membangun hubungan yang lebih baik berkat dasar kebenaran tanpa paksaan.

  • Menekan tingkat stres dan lelah secara psikologis, menjadikan seseorang lebih senang hati dan efektif dalam beraktivitas.

]]>

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.