JABARMEDIA – Sebanyak 53.571 perempuan di Kabupaten Purwakarta menikah sebelum berusia 19 tahun. Pernikahan dini serta kurangnya persiapan dalam membentuk keluarga dapat meningkatkan risiko perceraian serta kondisi stunting pada anak.
“Generasi Z perlu diberi pemahaman tentang cara membentuk sebuah keluarga, serta bagaimana mencegah lahirnya generasi stunting yang dimulai dari kalangan pemuda (sebelum menikah),” ujar anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Putih Sari, Jumat 8 Agustus 2025.
Ia menyampaikan pesan tersebut juga dalam acara Fasilitasi Teknis Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja. Acara ini diselenggarakan di Desa Cibening Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, satu hari sebelumnya.
Sementara itu, hingga tahun 2024, jumlah perempuan yang menikah sebelum berusia 19 tahun di Kabupaten Purwakarta mencapai 5,67% dari total populasi kabupaten tersebut yang berjumlah 946.306 jiwa. Angka ini didasarkan pada data usia kawin pertama (UKP) yang diambil dari situs portalpk-siga.bkkbn.go.id.
Pernikahan dini cenderung terjadi karena generasi muda menjadi mayoritas penduduk di Kabupaten Purwakarta saat ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah terbesar adalah anak usia 0-4 tahun (89.891 orang), diikuti oleh usia 25-29 tahun (85.984 orang) dan usia 20-24 tahun (85.869 orang).
Selain itu, kelompok usia yang paling rentan mengalami pernikahan dini adalah penduduk berusia 10-14 tahun (83.836 orang) dan usia 15-19 tahun (84.771 orang). Berdasarkan pendapat Putih, usia ideal untuk menikah bagi wanita adalah 21 tahun dan laki-laki minimal harus berusia 25 tahun.
Menurutnya, angka kelahiran di Purwakarta sebenarnya sudah cukup bagus, sesuai dengan rata-rata di Jawa Barat, yaitu dua anak per keluarga. Meski begitu, capaian tersebut diakui masih kurang untuk menghindari kasus stunting pada anak yang lahir dari setiap pasangan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Purwakarta Sri Puji Utami mengajak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Purwakarta agar lebih fokus dalam menjangkau generasi muda dalam berbagai program yang dijalankannya. Tujuannya adalah untuk menghindari pernikahan dini.







