Analisis DNA Buktikan Kehebatan Anjing Balto Tanpa Gen Serigala

by -153 views
by
Analisis DNA Buktikan Kehebatan Anjing Balto Tanpa Gen Serigala

Penelitian Genetik Mengungkap Rahasia Balto, Anjing Legendaris

Seratus tahun setelah aksi penyelamatan legendaris “serum run” ke Nome, Alaska, rahasia genetik Balto, anjing kereta yang memimpin perjalanan terakhir membawa serum antitoksin difteri pada 1925, berhasil diungkap. Tim ilmuwan menganalisis DNA Balto dan membandingkannya dengan ratusan anjing modern serta 240 spesies mamalia untuk mencari tahu apa yang membuatnya begitu tangguh di medan ekstrem.

Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Science menunjukkan bahwa Balto memiliki lebih sedikit perubahan genetik berisiko dibanding banyak anjing ras murni saat ini. Menariknya, Balto juga tidak memiliki garis keturunan serigala, meskipun selama bertahun-tahun beredar mitos yang mengatakan sebaliknya. Para ilmuwan menilai hal ini membuktikan bahwa daya tahan dan kekuatan Balto berasal dari seleksi alam serta pembiakan untuk kerja keras, bukan karena campuran dengan serigala.

Penelitian dipimpin oleh Katherine L. Moon dari University of California, Santa Cruz, yang bekerja sama dengan tim perawat jasad Balto di Cleveland. Mereka menggunakan teknologi genom modern untuk menelusuri gen dari hewan yang mati pada 1933 itu. “Ketenaran Balto dan fakta bahwa ia diawetkan memberi kami kesempatan luar biasa seratus tahun kemudian untuk melihat seperti apa populasi anjing kereta itu secara genetik dan membandingkannya dengan anjing modern,” ujar Moon, dikutip dari laporan Earth, 28 Oktober 2025.

Baca Juga:  Indra M Tohir : Transisi Maung Bandung

Analisis DNA dan Keterkaitan dengan Anjing Modern

Analisis DNA menempatkan Balto paling dekat dengan anjing kereta pekerja Alaska dan Siberian Husky. Hasil ini sesuai dengan foto-foto dan tubuh Balto yang diawetkan, bukan dengan versi populer dalam film. Tubuh Balto kini masih dipajang di Cleveland Museum of Natural History sebagai pengingat bagaimana satu spesimen bisa memberi pengetahuan baru bagi dunia sains.

Para peneliti juga menemukan bahwa Balto dan anjing pekerja sejenis memiliki tingkat mutasi berbahaya yang lebih rendah dibanding anjing ras pertunjukan. Ia menunjukkan keragaman genetik yang lebih besar serta tingkat perkawinan sedarah yang lebih rendah, yang menandakan populasi lebih sehat. Berdasarkan analisis genetik, Balto digambarkan sebagai anjing kecil, cepat, berbulu ganda, dan berwarna gelap—sesuai dengan dokumentasi sejarah.

Adaptasi Metabolisme dan Kemampuan Pencernaan

Dalam hal metabolisme, Balto memiliki kemampuan mencerna pati yang lebih baik dibanding serigala, meskipun tidak sekuat anjing masa kini. Ia memiliki lebih sedikit salinan gen AMY2B, yang berperan dalam pencernaan karbohidrat, namun cukup untuk memanfaatkan sumber energi tambahan dari makanan bertepung. Hal ini menunjukkan bahwa Balto beradaptasi dengan pola makan campuran, tetapi tetap dirancang untuk kerja keras di suhu ekstrem.

Baca Juga:  Assad Disuruh Mundur, Suriah Sebut Liga Arab Munafik

Lebih jauh, varian DNA Balto banyak muncul pada gen yang berhubungan dengan perkembangan tulang dan kulit. Menggunakan pembelajaran mesin berbasis genetika tinggi badan, peneliti memperkirakan ukuran Balto berada dalam kisaran Siberian Husky modern. Temuan ini memperkuat gambaran ilmiah bahwa anjing pekerja seperti Balto berevolusi secara alami untuk ketahanan, bukan untuk penampilan.

Peran Koleksi Museum dalam Kemajuan Sains

Studi ini menunjukkan pentingnya koleksi museum bagi kemajuan sains. Dari sampel kulit yang diawetkan hampir satu abad, para ilmuwan masih bisa mendapatkan data genetik yang akurat.

Penelitian ini juga menjadi bagian dari proyek Zoonomia yang membandingkan genom dari ratusan spesies mamalia. Para peneliti menilai temuan dari Balto membuka peluang untuk mengkaji hewan bersejarah lain serta memahami bagaimana pembiakan dan seleksi genetik membentuk anjing-anjing modern.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.