Kerja Sama LSF dan ITB untuk Menerapkan Teknologi AI dalam Penyensoran Film
Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Naswardi, mengungkapkan bahwa lembaganya sedang menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengkaji penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam membantu proses penyensoran film. Proyek ini masih berada pada tahap awal, yaitu penyusunan studi kelayakan untuk menilai sejauh mana penerapan teknologi AI dapat diadaptasi oleh LSF.
“Saat ini, kami baru masuk ke tahap penyusunan studi kelayakannya, yang sedang berproses tahun ini,” ujar Naswardi saat mengunjungi Antara Heritage, di Jakarta, Rabu. Ia menambahkan bahwa penerapan AI dalam sistem penyensoran akan sangat membantu 103 petugas sensor film yang saat ini menangani ribuan materi tayangan dari berbagai sumber. Teknologi ini diharapkan bisa mempercepat proses seleksi dan meningkatkan ketepatan dalam menilai konten yang beredar.
Terlebih, LSF memprediksi adanya kemungkinan perubahan Undang-Undang Perfilman, yang nantinya memberi mandat tambahan kepada lembaga untuk menilai seluruh bentuk tayangan, termasuk film bioskop, konten Over The Top (OTT) atau layanan streaming, hingga tayangan dari media sosial. Studi kelayakan yang sedang dilakukan bersama ITB nantinya akan memberikan rekomendasi penggunaan AI, apakah teknologi ini benar-benar dibutuhkan untuk proses penyensoran atau ada alternatif lain yang lebih efektif.
“Beberapa yang kita identifikasi dengan beberapa pengadaan penyelenggaraan teknologi, gambar, kemudian dialog, gambar bergerak, itu masih terbatas teknologinya untuk mengidentifikasi secara bersamaan. Nah ini yang kita sedang cari ya, studi kelayakannya,” jelas Naswardi.
Jika hasil kajian menunjukkan pemanfaatan AI layak diterapkan, maka proyek ini akan berlanjut ke tahap desain dan perencanaan sistem AI yang disesuaikan dengan kebutuhan penyensoran di Indonesia. Dalam praktiknya, proses sensor film yang dilakukan LSF meliputi penilaian terhadap berbagai unsur konten seperti pornografi, kekerasan, narkotika, perjudian, perbuatan melawan hukum, hingga perendahan martabat manusia.
Naswardi menambahkan bahwa penyusunan studi ini memerlukan kajian akademis dan metodologis yang komprehensif melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi dan sistem cerdas. Ia berharap hasil kajian dapat segera rampung sehingga implementasi teknologi AI dalam penyensoran film bisa dilakukan pada tahun mendatang, guna meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja Lembaga Sensor Film dalam menjaga etika tayangan di Indonesia.
Melalui langkah ini, LSF berupaya menyesuaikan diri dengan perkembangan era digital yang semakin pesat, sekaligus memastikan bahwa proses penyensoran tetap menjunjung tinggi nilai moral, budaya, dan norma hukum nasional.
Tujuan dan Manfaat Penerapan AI dalam Penyensoran Film
Penerapan teknologi AI dalam penyensoran film bertujuan untuk:
- Mempercepat proses seleksi konten yang akan disensor.
- Meningkatkan ketepatan dalam menilai isi tayangan.
- Mengurangi beban kerja petugas sensor film.
- Menyesuaikan dengan perubahan regulasi yang mungkin terjadi.
Teknologi AI juga diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai jenis konten secara bersamaan, seperti gambar, dialog, dan gambar bergerak. Hal ini menjadi tantangan utama dalam pengembangan sistem AI yang akan digunakan oleh LSF.
Tahapan Pengembangan Sistem AI
Proyek ini akan berlangsung dalam beberapa tahapan, antara lain:
-
Studi Kelayakan
Tahap awal yang sedang berlangsung saat ini, bertujuan untuk mengevaluasi potensi penerapan AI dalam penyensoran film. -
Desain dan Perencanaan Sistem
Jika studi kelayakan menunjukkan bahwa AI layak diterapkan, maka tahap berikutnya adalah merancang sistem AI yang sesuai dengan kebutuhan penyensoran di Indonesia. -
Implementasi dan Evaluasi
Setelah sistem siap, akan dilakukan implementasi dan evaluasi untuk memastikan efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas penyensoran film.
Kolaborasi dengan Institusi Akademis
LSF berkolaborasi dengan institusi akademis seperti ITB untuk memastikan kajian yang komprehensif dan berbasis ilmiah. Kolaborasi ini mencakup pemahaman mendalam tentang teknologi informasi dan sistem cerdas, yang sangat penting dalam pengembangan sistem AI.
Dengan langkah-langkah tersebut, LSF berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan efisiensi proses penyensoran film, sekaligus menjaga nilai-nilai moral dan budaya yang relevan dalam tayangan yang tersedia di Indonesia.








