MENUJU JABAR 1 : Rieke Diah Pitaloka, Perubahan Adalah Keniscayaan

by -13 views

Rieke-di-KuninganCalon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka mengunjungi Kota Cianjur, Jawa Barat. Rieke mengungkap, perjalanannya kali ini, ditemani oleh Kyai Maman Imanulhaq adalah sebuah perjalanan rohani. Rieke menyempatkan diri berziarah ke makam Dalem Cikundul.

Rieke kemudian menjelaskan, Rd Aria Wiratanu Datar putera Aria Wangsa Goparana, yang dikenal dengan Dalem Cikundul, lahir di Sagalaherang Subang Jawa Barat  tahun 1603 adalah pendiri Cianjur, sekaligus bupati pertama Cianjur.

Dijelaskan, Rd Aria  menuntut Ilmu  bidang keagamaan, kemasyarakatan dan ilmu pemerintahan. Dengan kemampuannya itu Rd Aria melakukan dakwah bukan hanya secara lisan tapi juga menata kehidupan masyarakat.

“Saya tertarik berziarah ke makam Dalem Cikundul, karena ada keterkaitan antara beliau di Cianjur, ayahnya,  Aria Wangsa Goparana, di Subang, gurunya di Cirebon. Begitupula Syeikh Aly di Panjalu Ciamis dan Syeikh Qurra, guru keluarga Pajajaran, di Karawang,” ungkap Rieke dalam rilisinya kepada Tribun, Selasa (15/1/2-13).

Pada zamannya, cerita Rieke, mereka semua adalah guru. Sosok yang ditiru. Dengan modal keilmuan yang mapan, prilaku yang menjadi suri tauladan serta ketulusan dalam melayani masyarakat, berhasil melakukan transformasi kehidupan masyarakat.

Bahkan, Rd Aria Wiratanu Datar jadi Dalem pertama Kadipaten Cianjur dengan wilayah kekuasaan sebagian wilayah Bogor dan Sukabumi.

“Saya harus mengambil spirit beliau, perubahan adalah keniscayaan. Perubahan itu harus diperjuangkan, mejadikan agama sebagai energi utama. Sehingga masyarakat memiliki ketahanan mental yang tinggi,” ujarnya.

“Dakwah seperti itulah yang butuhkan Jawa Barat. Dakwah yang membebaskan. Dakwah yang secara konsisten dijalani penuh keyakinan, keikhlasan, serta kecerdasan. Hingga tegaknya nilai keadilan dan kemaslahatan umum,” katanya lagi.

Dari Rd Aria Wiratanu Datar ini ungkap Rieke lagi, publik mendapatkan tembang Cianjuran yang membawa pesan moral yang dihantarkan tidak dengan kekerasan, namun dituturkan dengan keindahan.

Sebuah upaya tarnsformatif yang menggugah dan merubah, harus dimulai dengan peningkatan kualitas pendidiakan, kedisiplinan aparatur pemerintahan serta partisipasi masyarakat dalam seluruh gerak pembangunan.

“Dari Area Dalem Cikundul, saya merasakan ada tali rohani yang kuat antara Cianjur, Subang, Cirebon, Karawang dan Ciamis.  Kelimanya jadi simbol transformasi integratif wilayah Jawa Barat utara dan Selatan. Yang dipahatkan melalui jalur agama, kebudayaan dan keilmuan,” ungkapnya lagi.

Semuanya, sambung Rieke lagi, seakan menjadi energi yang kuat bagi dirinya untuk melakukan perubahan di Jawa Barat. Sebuah mimpi yang sedang diperjuangkan jadi kenyataan.

Sumber:tribunnews.com