Bantuan Pengungsi Banjir Minim

by -7 views

jabar 4Para pengungsi korban banjir Bandung selatan mengeluhkan minimnya bantuan mulai dari makanan, obat-obatan, dan kelengkapan mandi cuci kakus.

Titin, 35, warga Bojongsoang RW 10 Kelurahan/Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, mengaku ketinggian air yang menggenangi rumahnya sudah mulai sedikit surut. Meski begitu, kondisi air di rumahnya hingga pukul 11.45 WIB kemarin masih cukup tinggi. “Ketinggiannya masih setinggi dada orang dewasa,” ucap Titin yang mengungsi di sebuah ruko di Jalan Bojongsoang, Terusan Buahbatu, No 89.

Menurut Titin, air mulai merendam rumahnya sekitar pukul 01.00 Rabu (27/3) dini hari. Air yang secara tiba-tiba datang itu membuat dia dan keluarganya tidak dapat menyelamatkan barang-barang di rumah. “Pakaian juga seadanya,” ucap Titin.

Dia mengatakan, bantuan berupa makanan dan minuman memang mulai berdatangan, baik itu dari pemerintah maupun dari para pengguna jalan yang melewati lokasi pengungsian. Hanya saja bantuan berupa alat mandi dirasa masih kurang. “Kami berharap selain bantuan makanan, bantuan lain berupa alat mandi juga kami butuhkan,” ungkap Titin.

Pengungsi lainnya, Engkos, 48, warga Mekarsari, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, terpaksa harus tinggal di tenda buatannya sendiri di tepi Jalan Raya Bojongsoang. Engkos dan 20 warga lain harus tinggal di tenda yang didirikan secara swadaya. Bantuan berupa makanan di tempatnya mengungsi masih kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami sangat berharap bantuan berupa makanan dan alatalat mandi segera datang. Kami hawatir kondisi kesehatan dari anak-anak balita yang ikut mengungsi,” ucap Engkos.

Banjir memang rutin menerjang kawasan Baleendah, terlebih saat curah hujan tinggi. Kondisi itu mengakibatkan Sungai Citarum meluap dan meluber ke permukiman penduduk. Warga korban banjir seperti Baleendah, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot mengungsi ke tempat lebih aman. Sejak selasa (26/3) pukul 22.00 WIB hingga Rabu (27/3), hujan yang cukup deras mengguyur kawasan Kabupaten Bandung. Kondisi tersebut memnyebabkan meluapnya air dari Sungai citarum.

Dari pantauan KORAN SINDO kemarin, banjir yang menggenangi wilayah Baleendah, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot sudah berangsur surut. Ruas-ruas jalan pada hari sebelumnya tidak bisa dilewati, kemarin sudah mulai normal. Penumpukan kendaraan tidak menyebabkan kemacetan yang begitu berarti seperti hari sebelumnya. CR-1

Sumber + Foto : koran-sindo.com