Sumedang Jadi Terdepan dalam Aktivasi IKD di Jabar, Disdukcapil Bantu Warga

by -173 views
by
Sumedang Jadi Terdepan dalam Aktivasi IKD di Jabar, Disdukcapil Bantu Warga

Capaian Tinggi Kabupaten Sumedang dalam Program Aktivasi Identitas Kependudukan Digital

Kabupaten Sumedang berhasil mencatatkan capaian yang luar biasa dalam program aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Hingga November 2025, sebanyak 162.867 wajib KTP di wilayah tersebut telah melakukan aktivasi IKD, atau sekitar 59,36 persen dari total target tahun ini sebanyak 274.385 jiwa.

Capaian ini menempatkan Kabupaten Sumedang di peringkat pertama se-Jawa Barat berdasarkan data yang dirilis oleh Disdukcapil Provinsi Jawa Barat pada awal September 2025 lalu. Saat itu, Sumedang mencatatkan capaian sebesar 17,33 persen dari total wajib KTP sebanyak 919.992 jiwa.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data, H. Rusyana, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari keseriusan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumedang dalam mengakselerasi target aktivasi IKD.

“Sebagai lembaga pelayanan administrasi kependudukan, kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam aktivasi IKD,” ujar Rusyana, Kamis, 13 November 2025.

Rusyana menambahkan bahwa layanan aktivasi IKD kini menjadi salah satu prioritas utama Disdukcapil, sejajar dengan pelayanan KTP elektronik, Kartu Keluarga, serta akta-akta kependudukan lainnya.

Baca Juga:  Pameran Batik dan Kriya Tradisional Sunda, Banyak diminati Pengunjung

Melalui IKD, masyarakat dapat dengan mudah menunjukkan identitas kependudukan secara digital tanpa perlu membawa KTP fisik. “Jika suatu saat lupa membawa KTP, masyarakat bisa langsung menunjukkan identitasnya melalui ponsel,” jelasnya.

Inovasi ADIDESK untuk Memperluas Jangkauan Layanan

Untuk memperluas jangkauan layanan, Disdukcapil Sumedang meluncurkan inovasi ADIDESK (Aktivasi Digital di Desa dan Kelurahan). Program ini memungkinkan operator desa dan kelurahan memberikan layanan aktivasi IKD langsung di wilayahnya masing-masing.

“Dengan ADIDESK, warga tidak perlu jauh-jauh datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP) atau kecamatan. Cukup di kantor desa, aktivasi sudah bisa dilakukan,” tambah Rusyana.

Ia menegaskan bahwa sosialisasi dan edukasi terus digencarkan agar masyarakat semakin sadar pentingnya memiliki IKD sebagai bentuk kemudahan dan keamanan administrasi kependudukan di era digital. “Kami akan terus mendorong warga wajib KTP untuk segera melakukan aktivasi, baik melalui MPP maupun kantor desa,” ujarnya.

Upaya dan Inovasi yang Berkelanjutan

Dengan berbagai upaya dan inovasi tersebut, Disdukcapil Sumedang optimistis dapat mencapai target aktivasi IKD tahun 2025 secara penuh. Berbagai strategi telah diterapkan untuk memastikan semua warga wajib KTP dapat mengakses layanan ini dengan mudah dan cepat.

Baca Juga:  Tujuh Desa di Majalengka Sulit Air Bersih

Program ADIDESK menjadi salah satu contoh inovasi yang sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Dengan adanya layanan di tingkat desa dan kelurahan, aksesibilitas layanan menjadi lebih mudah dan dekat dengan masyarakat.

Selain itu, Disdukcapil juga aktif dalam memberikan informasi dan edukasi melalui berbagai media dan forum komunitas. Hal ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat akan manfaat dan kegunaan IKD dalam kehidupan sehari-hari.

Keuntungan dan Manfaat IKD

Identitas Kependudukan Digital (IKD) memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Selain memudahkan penggunaan identitas kependudukan secara digital, IKD juga meningkatkan keamanan data dan mengurangi risiko kehilangan dokumen fisik.

Masyarakat dapat menggunakan aplikasi ponsel untuk menunjukkan identitas mereka kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu membawa KTP fisik. Hal ini sangat berguna dalam berbagai situasi, seperti saat bepergian, mengurus dokumen, atau melakukan transaksi resmi.

Tantangan dan Solusi

Meskipun capaian yang dicapai sangat menggembirakan, masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara penggunaan IKD dan akses teknologi yang belum merata di seluruh wilayah.

Baca Juga:  Perselingkuhannya Terbongkar, Direktur CIA Mundur

Untuk mengatasi hal ini, Disdukcapil Sumedang terus berupaya memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan edukasi masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pelayanan, dan masyarakat, diharapkan target aktivasi IKD dapat tercapai secara penuh.


Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.