Kebijakan Gratis Tiket Masuk Cibodas Selama Libur Nataru 2025
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur telah menetapkan kebijakan bahwa tidak ada pungutan tiket retribusi masuk ke kawasan wisata Cibodas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Kebijakan ini diumumkan oleh Kepala Disbudpar Cianjur, Ayi Reza Addairobi, setelah melalui kesepakatan bersama dengan berbagai pihak terkait seperti DPRD Cianjur Komisi II dan III, Kepala Desa Cimacan, serta pengelola kawasan wisata.
Ayi Reza menjelaskan bahwa pembebasan biaya tiket masuk mulai berlaku sejak September 2025 hingga akhir tahun. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Menurutnya, biaya tiket masuk yang dikenakan sebelumnya dinilai memberatkan wisatawan, sehingga berdampak pada penurunan angka kunjungan.
“Kami pastikan sejak September 2025 sampai akhir tahun tidak ada tiket retribusi masuk kawasan Cibodas alias gratis. Selama ini tiket masuk dinilai memberatkan wisatawan sehingga berdampak menurunnya angka kunjungan,” ujarnya.
Tujuan Meningkatkan Kunjungan Wisatawan
Kebijakan ini diharapkan dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata Cibodas, yang sebelumnya mengalami penurunan akibat keluhan wisatawan terkait biaya masuk yang harus dibayar berulang ke berbagai titik wisata. Minimnya kunjungan bahkan membuat sejumlah pelaku UMKM setempat gulung tikar karena kekurangan pembeli.
Untuk jangka panjang, pemerintah daerah sedang membahas rencana penerapan sistem satu pintu dan satu tiket masuk pada 2026, bekerja sama dengan BRIN dan TNGGP. Sistem tersebut diharapkan mampu mengurangi beban biaya wisatawan sekaligus meningkatkan keteraturan pengelolaan kawasan.
Upaya Mencegah Pungutan Liar
Disbudpar juga menyiagakan petugas gabungan bersama pelaku pariwisata, UMKM, dan masyarakat untuk mencegah pungutan liar selama libur panjang akhir tahun. Para petugas turut memberikan imbauan kepada wisatawan agar menjaga kebersihan dan menghindari titik rawan saat cuaca ekstrem.
“Kami berharap angka kunjungan wisatawan saat libur panjang akhir tahun dapat mencapai 300 ribu orang ke berbagai destinasi wisata di Cianjur, terutama kawasan andalan Cibodas serta objek wisata di wilayah selatan dan utara,” kata Ayi Reza.
Langkah Strategis untuk Pengembangan Wisata
Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbaiki pengelolaan kawasan wisata. Dengan tidak adanya biaya masuk, diharapkan akan semakin banyak wisatawan yang datang, sehingga meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.
Beberapa langkah lain yang akan diambil antara lain:
* Peningkatan fasilitas umum di kawasan wisata.
* Penyediaan informasi dan panduan bagi wisatawan.
* Pelatihan bagi pelaku usaha lokal dalam memberikan pelayanan yang lebih baik.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Cibodas dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat yang mampu menarik minat wisatawan baik lokal maupun internasional.







