Pembukaan Jembatan Bailey Cikaleho dengan Batasan Berat Kendaraan
Jembatan Bailey Cikaleho di Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat telah resmi dibuka pada Selasa, 2 Desember 2025. Namun, kendaraan dengan beban atau tonase di atas 20 ton masih dilarang melintasi jembatan tersebut. Hal ini dilakukan karena kapasitas jembatan yang terbatas.
Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah menyampaikan informasi ini kepada media saat acara pembukaan Jembatan Bailey Cikaleho, yang menjadi penghubung jalur nasional Ciamis-Cirebon. Ia didampingi oleh Kadishub Ciamis, Uga Yugaswara, serta perwakilan pemerintah setempat.
Menurut AKBP Hidayatullah, kapasitas jembatan Bailey Cikaleho hanya mampu menahan beban maksimal sebesar 20 ton. “Alhamdulillah hari ini Jembatan Bailey Cikaleho sudah bisa dilalui meski hanya satu kendaraan (buka-tutup). Namun untuk keselamatan insya allah terjamin,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa batasan berat kendaraan ini diberlakukan demi keamanan dan keselamatan seluruh pengguna jalan. “Untuk pembatasan ada, jadi maksimal di 20 ton. Tidak boleh ada lebih dari pada 20 ton,” tegasnya.
Bagi kendaraan yang melebihi tonase tersebut, akan dialihkan lewat jalur alternatif seperti Cisaga atau Panumbangan. Pihak kepolisian berharap seluruh pengguna jalan dapat mematuhi aturan ini.
Untuk menjaga kelancaran dan keamanan arus lalu lintas, pihak kepolisian bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis dan unsur masyarakat yang disiagakan di lokasi. Termasuk dalam upaya ini adalah pemasangan rambu-rambu yang menginformasikan larangan bagi kendaraan bertonase di atas 20 ton.
Pantauan di sekitar alun-alun Ciamis pada Rabu, 3 Desember 2025 pagi, menunjukkan bahwa rambu-rambu tersebut telah terpasang di pertigaan Jl. Jenderal Sudirman arah Kawali. Terlihat pula sejumlah kendaraan yang melintas ke arah utara terbatas hanya untuk kendaraan roda dua dan roda empat ukuran sedang.
Seorang warga asal Kawali, Rosdiyana, mengungkapkan rasa bersyukur atas dibukanya kembali akses Jembatan Cikaleho meskipun dengan batasan. Sebelumnya, ia harus melalui jalur alternatif untuk aktivitas kerjanya ke Kota Ciamis.
“Alhamdulillah, sudah dibuka mesti satu jalur dan buka tutup. Semoga jembatan permanen segera dibangun,” harapnya.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, pondasi Jembatan Cikaleho sempat tergerus akibat derasnya arus sungai yang disebabkan oleh hujan deras dan cuaca ekstrem. Akibatnya, akses jalan nasional Ciamis-Cirebon terputus total dan tidak dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan.









