Menteri Airlangga: Pabrik BYD Subang 90 Persen Selesai

by -76 views
Menteri Airlangga: Pabrik BYD Subang 90 Persen Selesai

Progres Pembangunan Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat

Pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, terus berjalan dengan pesat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon), Airlangga Hartarto, memberikan update terkini mengenai progres tersebut. Menurutnya, pembangunan sudah mencapai 90 persen. Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada awal pekan ini. Salah satu topik yang dibahas adalah rencana investasi beberapa perusahaan otomotif di Indonesia.

Airlangga menyebutkan bahwa sejumlah pabrik telah dikomitmen untuk dibangun. Contohnya, BYD yang sudah mencapai 90 persen. Investasi yang dialokasikan sebesar Rp 11,2 triliun, dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit per tahun. Selain itu, ada juga perusahaan asal Tiongkok lainnya seperti Chery Group, Wuling, dan VinFast yang turut menanamkan dana investasinya di Indonesia.

Chery Group menambahkan investasi sebesar Rp 5,2 triliun untuk beberapa brand di bawah naungan perusahaan. Sementara itu, Wuling berinvestasi sebesar Rp 9,3 triliun untuk pabrik otomotif dan Rp 7,5 triliun untuk pabrik baterai. VinFast dari Vietnam juga telah melakukan investasi senilai Rp 3,7 triliun dengan kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun. Adapun Hyundai memberikan investasi tambahan sebesar Rp 20 triliun.

Baca Juga:  Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy Dinobatkan sebagai Pemimpin Inovatif Terbaik Asia 2025

Selain itu, Airlangga menjelaskan pertumbuhan penyerapan kendaraan listrik murni berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) sepanjang tahun 2025. Pemerintah telah memberikan insentif selama dua tahun terakhir untuk merangsang pasar otomotif nasional. “Pemerintah mendorong dengan kebijakan motor dan mobil. Mobil listrik dari bulan Januari sampai September itu naiknya 18,27 persen, pemerintah menyalurkan insentif untuk sektor otomotif sebesar Rp 7 triliun dalam 2 tahun,” jelasnya.

Pabrik BYD di Subang diproyeksikan akan mulai beroperasi pada kuartal I 2026. Sebelumnya, BYD Indonesia memastikan bahwa pembangunan pabrik mereka berjalan sesuai rencana. Lokasi pabrik berada di Subang Smartpolitan, Jawa Barat, dan ditargetkan rampung maksimal pada akhir tahun ini serta mulai beroperasi pada 2026.

Head of Public and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa komitmen pembangunan pabrik merupakan bagian dari keseriusan investasi BYD di dalam negeri, sekaligus mempercepat utilisasi investasi yang telah digelontorkan.

“Seperti komitmen kami kepada pemerintah, kami harus menyelesaikan pembangunan fasilitas produksi kami maksimal di tahun ini. Dan harus bisa beroperasi di tahun depan,” ujar Luther ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Arab Saudi Waspadai Sergio van Dijk

Luther menjelaskan bahwa proses menuju operasional pabrik saat ini memasuki tahap penting yang berkaitan dengan sertifikasi dan prosedur lintas kementerian. “Namun memang ada proses-proses itu lebih ke sertifikasi, kepastian QC, hal-hal yang related dengan sistem di Indonesia. Artinya memang itu adalah sesuatu yang di luar kontrol kami,” tambahnya.

Meski demikian, ia memastikan seluruh proses berjalan sesuai jalur. BYD optimistis fasilitas tersebut bisa langsung dimanfaatkan pada kuartal pertama 2026, ketika seluruh persyaratan formal sudah diselesaikan. “Tapi saat ini semuanya on track, kami akan umumkan langsung segera setelah semuanya komplit. Tapi kami sangat confidence di kuartal 1 kita bisa langsung memanfaatkan fasilitas itu,” tegasnya.

Dengan arah penjualan yang terus meningkat saat ini berada di kisaran 10 ribu unit per bulan, BYD menilai kapasitas produksi pabrik sebesar 150 ribu unit per tahun sudah memadai untuk menopang pasar.