Pemantauan Pasokan dan Harga Pangan di Ciamis Menjelang Natal dan Tahun Baru
Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah kabupaten Ciamis melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (KUKMP) melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan kelancaran pasokan energi dan kestabilan harga pangan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang akhir tahun.
Pemantauan dimulai sejak awal bulan Desember secara bertahap. Pada pekan kedua, tim dari DKUKMP turun langsung ke sejumlah SPBU untuk memeriksa distribusi bahan bakar minyak (BBM). Di pekan berikutnya, fokus pengawasan beralih ke SPBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elektrik), yang menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKMP Ciamis, Asep Misbahudin, menyatakan bahwa pasokan BBM dan gas di wilayah Ciamis dalam kondisi aman. Ia menegaskan bahwa tidak ada indikasi kelangkaan baik di SPBU maupun SPBE, dengan stok yang terpantau stabil.
Namun, di sisi lain, harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan pada beberapa komoditas, terutama bumbu-bumbu dan bahan pangan segar. Cabai rawit, tomat, serta bumbu dapur lainnya mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Selain itu, harga daging ayam juga ikut naik.
Asep menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem yang menghambat produktivitas petani dan memperlambat proses distribusi barang. “Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat pasokan dari sektor pertanian dan peternakan menjadi fluktuatif,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kebutuhan bahan baku untuk program nasional MBG (Makan Bergizi Gratis) tidak memiliki dampak signifikan terhadap kenaikan harga tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan harga lebih disebabkan oleh faktor eksternal daripada kebijakan internal.
Untuk mengantisipasi gejolak pangan, Asep mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengatur pola belanja. Ia juga menyarankan masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi sebagian kebutuhan harian. Dengan demikian, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasar.
Selain itu, Asep mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Simanis sebagai sumber informasi harga pasar yang diperbarui secara berkala. “Kami harap masyarakat bisa memantau harga melalui Simanis dan menyesuaikan belanja sesuai kebutuhan,” pungkasnya.
Upaya Pemerintah dalam Menghadapi Kenaikan Harga Pangan
Dalam rangka memastikan kestabilan harga pangan, pemerintah daerah telah mengambil beberapa langkah penting:
-
Pemantauan intensif
Tim DKUKMP melakukan pengawasan secara berkala terhadap distribusi BBM dan gas, termasuk kunjungan langsung ke SPBU dan SPBE. -
Koordinasi dengan pelaku usaha
Pemerintah bekerja sama dengan pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok dan stabilitas harga. -
Peningkatan kesadaran masyarakat
Masyarakat didorong untuk lebih bijak dalam mengatur belanja dan memanfaatkan sumber daya lokal seperti lahan pekarangan. -
Pemanfaatan teknologi
Aplikasi Simanis digunakan sebagai alat informasi harga pasar yang dapat diakses secara real-time.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah Ciamis berharap dapat mengurangi dampak kenaikan harga pangan dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama masa liburan akhir tahun.








